Fakta Dibalik Heboh ‘Bonek Vs Gangster’ di Surabaya, Pemkot & Polisi Terlibat

0

Surabaya – Baru-baru ini, heboh beredar kabar Bonek vs Gangster di media sosial Instagram. Aksi Bonek vs Gangster ini mencuat setelah Kota Surabaya diresahkan oleh tingkah sejumlah anggota gangster bersenjata. Tak terima kota tercinta berada dalam ancaman, suporter setia Persebaya Surabaya terpanggil untuk mengatasi keresahan warga. Bonek juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemkot Surabaya dan pihak kepolisian.

Baca juga : Kompetisi Kapal Api Persebaya Digelar dan Berita Tim Persebaya Muda di Elite Pro Academy

  1. Awal Penyebab Bonek vs Gangster
    Penyebab munculnya gerakan Bonek vs Gangster ini dikarenakan maraknya aksi kriminal yang dilakukan oleh kelompok gangster di malam hari. Aksi yang dilakukan gangster tersebut cukup berbahaya, karena mereka mencari mangsa di malam hari dan beraksi secara berkelompok.
    Bahkan mereka diketahui membawa senjata tajam saat beraksi. Salah seorang Bonek dikabarkan nyaris menjadi korban tindakan kriminal gangster di Surabaya tersebut. Karena meresahkan warga, Bonek pun tergugah untuk ikut menjaga kemanan Kota Pahlawan. Kabarnya, Bonek akan menggelar patroli malam hari untuk mengantisipasi adanya serangan para gangster tersebut.
  2. Kerjasama dengan Pemkot dan Kepolisian
    Koordinator Bonek Tribun Utara (Green Nord) Husein Gozali mengatakan mereka akan berkoordinasikan dengan Pemkot Surabaya dan kepolisian. Husein juga mengatakan aksi Bonek vs Gangster telah diketahui dan disepakati oleh semua koordinator tribun lainnya.

“Iya, semua koordinator sudah tahu. Gerakan itu muncul karena kegemasan Bonek ke gengster yang membuat situasi di Kota Surabaya tidak nyaman,” ujar Husain Gozali. “Gerakan ini tanpa koordinasi dari kita, tapi kita amini karena gengster yang isinya anak-anak usia pelajar itu sudah meresahkan dan mencoreng nama Surabaya,” imbuhnya.

Dia berharap gerakan ‘Bonek vs Gengster’ dapat mengembalikan keamanan Kota Surabaya dan warga dapat keluar rumah pada malam hari tanpa harus merasa resah. “Harapannya Pemkot dan aparat bisa ikut serta bergerak cepat. Tapi sudah ada rencana Polrestabes akan bertemu dengan Bonek membahas ini,” tutup Cak Conk.

  1. Bonek Hampir Menjadi Korban
    Seorang Bonek sempat nyaris menjadi korban kebringasan gangster tersebut. Ini disampaikan Ketua Komunitas Bonek Tenggumung Bersatu (BTB), Mochlis. Ia mengatakan, ada bonek yang diserang di wilayah Surabaya Utara pekan lalu oleh para gengster tersebut. Untungnya, anggotanya tidak terluka dan sempat meloloskan diri.
    Berdasar hal itu, dirinya melakukan penggalian informasi dan menggelar patroli di daerah rawan di Surabaya Utara. Dia mengaku pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polisi dan TNI. “Jadi tidak langsung asal bertindak. Dan ternyata memang betul adanya gengster yang jadi keresahan masyarakat. Akhirnya, kami menggelar patroli keliling di wilayah sekitar,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa, (4/2).
  2. Serangan Salah Sasaran dan Membabi Buta
    Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tribun Timur, Hasan Tiro yang menyebutkan jika tindakan gangster sudah meresahkan warga, termasuk Bonek, karena dilakukan secara membabi buta dan seringkali salah sasaran. Ada juga kekhawatiran terkait adanya anggota gangster yang ternyata juga bagian dari Bonek. Hal ini dinilai tidak pantas mengingat kerja keras Bonek yang tidak mudah untuk mengubah cira buruk yang dulu melekat.

W for GAEKON