Dikecam Soal Cuitan Kontroversialnya, Ferdinand Hutahaean Minta Maaf Dan Ngaku Pemahaman Agama Islamnya Masih Seumur Jagung

0

Dikecam Soal Cuitan Kontroversialnya, Ferdinand Hutahaean Minta Maaf Dan Ngaku Pemahaman Agama Islamnya Masih Seumur JagungGaekon.com – Ferdinand Hutahaean menjadi perbincangan publik usai mencuit soal “Allah” di twitter pribadinya @FerdinandHaean3. Kini ia menyampaikan permohonan maaf atas cuitan tersebut. Ia menyadari pemahaman dirinya tentang Islam masih kurang dan harus banyak belajar.

Ferdinand mengungkapkan permohonan maaf atas kekhilafannya. Ia mengakui bahwa pemahaman tentang agama Islam masih seumur jagung. Ia meminta agar ke depannya bisa dibimbing oleh para ulama untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik lagi.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara saya Muslim apabila tersinggung ataupun tersakiti dengan tulisan saya di twitter, sekali lagi saya mohon maaf karena ke kekhilafan saya, mungkin karena pemahaman agama Islam saya yang baru seumur jagung, mohon kiranya dimaafkan dan mohon bimbingan selalu para ulama untuk saya dan keluarga agar lebih baik lagi menjadi seorang muslim,” kata Ferdinand.

Permohonan Maaf Ferdinand Hutahaean

Berikut penjelasan dan permohonan lengkap dari Ferdinand:

Saya menyadari betul situasi yang terjadi 2 hari terakhir ini betapa riuhnya ruang publik membicarakan saya dan cuitan saya pada tanggal 4 lalu soal Allah. Dalam hal ini perlu saya jelaskan secara terang benderang mengapa cuitan itu muncul.

Munculnya cuitan itu adalah akibat dari dan atas pergumulan pribadi saya yang memang sedang menderita penyakit yang sudah menahun dan tidak kunjung sembuh. Sudah 2 tahun lebih saya mengalami gangguan penyakit yang kalau kambuh pasti akan membuat saya jatuh, pingsan dan kejang. Hal ini juga sangat mempengaruhi kesadaran saya. Dan pada tanggal 4 Januari 2022 saat cuitan saya muncul, adalah ketika saya baru mengalami jatuh pingsan dan ini membuat pikiran saya berkecamuk serta ingin bertindak pendek. Akhirnya terjadilah dialog antara pikiran dan hati, ketika itu pikiran saya berkata : “Hei Ferdinand, kau akan mati, tak ada yang bisa menolongmu, tak ada yang bisa membantumu, Allahmu saja harus dibela” kata pikiran kepada hati saya dan hati saya menjawab : “Tidak, Allah ku kuat, Dia tak perlu dibela, Dia yang akan menolongku.” Itulah dialog yang muncul dan itu motivasi untuk diri saya supaya saya kuat dan bertahan dari cobaan. Dan saat itu saya tuliskan hal tersebut dalam cuitan.

Namun setelah saya mencuit tentang itu, kemudian ramai karena ada salah persepsi yang muncul dan ada yang melakukan provokasi dengan menambah narasi narasi yang tidak sesuai dengan fakta hingga terkesan mengadu domba. Maka muncullah opini bahwa seolah ini menjadi adu domba antara Kristen dan Islam. Padahal ini tidak ada urusan dengan agama mana pun, ini murni dialog pribadi saya dengan diri saya, dialog tentang saya dengan Tuhan saya, Allah SWT. Orang yang tidak mengenal saya bahwa saya adalah seorang Muslim, seorang Mualaf sejak 2017 telah menuduh saya dengan kalimat yang tidak tepat terutama tentang identitas agama saya, akhirnya jadi ribut dan gaduh.

Namun demikian, Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara saya muslim apabila tersinggung ataupun tersakiti dengan tulisan saya di twitter, sekali lagi saya mohon maaf karena ke kekhilafan saya, mungkin karena pemahaman agama Islam saya yang baru seumur jagung, mohon kiranya di maafkan dan mohon bimbingan selalu para ulama untuk saya dan keluarga agar lebih baik lagi menjadi seorang muslim.

Demikian saya sampaikan semoga bisa menjadi terang bagi semua atas situasi yang terjadi. Sekali lagi dengan segala keresahan saya mohon dimaafkan.

Jakarta, 06 Januari 2022

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean mencuit soal ‘Allah’ ditwitter pribadinya @FerdinandHaean3.

“Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu di bela.” Bunyi Cuitan Ferdinand.

Cuitan tersebut sontak berbuntut panjang. Eks politikus Demokrat itu langsung dilaporkan ke Bareskrim. Bahkan Bareskrim sudah menaikkan status laporan menjadi penyidikan.

Setelah cuitan itu, muncul berbagai kecaman yang menurut Ferdinand adalah karena ada salah persepsi yang muncul. Selain itu, ia menyebut ada pihak yang melakukan provokasi dengan menambah narasi yang tidak sesuai dengan fakta hingga terkesan mengadu domba.

D For GAEKON