Gandeng Banyak Parpol Demi Ambisi Gantikan Risma

0

Surabaya, JATIM – Tokoh Muslimat Nadlatul Ulama (NU), Dwi Astuti, mengaku telah berkomunikasi dengan hampir seluruh partai politik di Surabaya, demi mewujudkan ambisinya menggantikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dwi sudah mendaftar ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasdem, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra untuk maju di Pilwali Surabaya 2020.

“Kalau safari politik sudah kemana saja, sudah 90 persen saya lakukan, pertama memang yang saya kunjungi itu di PKB, tentulah kalau bicara PKB ini proses juga dan saya juga daftar di rekrutmennya PDIP, daftar juga di Nasdem, daftar di Gerindra,” kata Dwi ditemui di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020).

Sekarang Dwi sedang mengikuti tes konvensi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI). Tak ketinggalan juga melakukan komunikasi politik dengan Golkar, Demokrat dan PAN yang memiliki kursi di DPRD Surabaya. Menurutnya hal ini penting dilakukan agar mendapatkan dukungan partai politik, karena dirinya tidak maju lewat jalur independen.

“Saya lakukan (komunikasi politik) artinya saya sangat menghargai semua partai yang ada, karena saya hadir nanti lewat partai, saya tidak independen,” ujar Dwi menambahkan.

Dwi mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Risma dalam memimpin Surabaya. Namun masih ada hal yang dapat diperbaiki, seperti penanganan banjir dan macet di Surabaya. Dwi juga berharap, ke depannya tidak ada lagi ketimpangan sosial yang terjadi di Kota Pahlawan. Semua demi Surabaya yang lebih baik lagi.

“Karena latar belakang pendidikan dan sosial, jangan sampai terjadi kesenjangan sosial. Saya selama ini memang sentuhan saya kepada anak miskin perkotaan, anak-anak jalanan dan drop out sekolah, memang sudah menjadi binaan saya sejak tahun 1994,” pungkasnya.

Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bermaksud melakukan koalisi dengan partai politik lain, sebab empat kursi di DPRD Surabaya tidak cukup sebagai syarat mengusung cawali sendiri. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PSI, Grace Natalie.

PSI sekarang sedang menggelar konvensi untuk menjaring calon kepala daerah Pilkada 2020, yang diikuti oleh 14 peserta. Ada tim independen yang siap untuk menilai dan memutuskan siapa yang layak untuk dijadikan cawali dari PSI. Selanjutnya hal ini akan dikomunikasikan dengan parpol lain untuk dapat diusung bersama dalam Pilwali Surabaya 2020.

“Total 14 orang. Dari PSI empat, sisanya 10 orang mengikuti konvensi. Ini dilakukan untuk menjaring calon kepala daerah Pilkada 2020,” kata Grace Natalie di kantor PSI, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020).

W For GAEKON