Penyampaian Bukti Tertulis, Garuda Indonesia Akan Jalani Sidang Ketiga PKPU Selasa Depan

0

Penyampaian Bukti Tertulis, Garuda Indonesia Akan Jalani Sidang Ketiga PKPU Selasa DepanGaekon.com – Usai jalani sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kedua pada Selasa (3/8), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dijadwalkan sidang lanjutan pada Selasa (10/8) mendatang.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tempo, menurut Advokat dari Kantor Advokat Assegaf Hamzah & Partners Eri Hertiawan, sidang lanjutan ketiga ini dengan agenda penyampaian bukti tertulis dari pihak Garuda beserta tanggapan Garuda atas kreditur lainnya.

Dalam jadwal sidang berikutnya, menurut Eri masih akan disampaikan oleh kuasa hukum yang mewakili tanpa harus ada kehadiran manajemen atau direksi dari maskapai pelat merah tersebut.

“Sidang ditunda pada 10 Agustus 2021. Maksud dari ditunda ini adalah dilanjutkan ke sidang berikutnya. Dengan materi memberikan bukti tertulis dan tanggapan untuk kreditur lainnya,” ujarnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pada sidang kedua, selain penyampaian jawaban dari Garuda atas gugatan PKPU, penyampaian bukti-bukti dari pihak MYIA menjadi salah satu agenda.

Dalam sidang lanjutan itu, Garuda menyampaikan tanggapan mengenai beberapa aspek formal maupun materiil dalam kaitan lingkup kerja sama antara Garuda dengan pemohon serta hal hal yang menjadi dasar pengajuan PKPU oleh MYIA atas kewajiban usaha Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Memastikan Akan Tetap Mengikuti Seluruh Proses Hukum

“Garuda Indonesia memastikan akan tetap mengikuti seluruh proses hukum terkait permohonan PKPU ini sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan senantiasa mengedepankan prinsip Good Corporate Governance dan akuntabel,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam persidangan perdana mengagendakan pemeriksaan kelengkapan administratif pihak pihak terkait dalam proses permohonan PKPU MYIA kepada Garuda Indonesia.

Sidang PKPU ini diperkirakan berlangsung selama 20 hari setelah didaftarkannya perkara tersebut. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 ini maka ada kelonggaran waktu PKPU tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Mahkamah Agung (MA).

Irfan memastikan jalannya persidangan PKPU ini tidak akan mempengaruhi aspek operasional penerbangan yang telah dilakukan. Semuanya akan tetap berlangsung dengan normal.

D For GAEKON