Gemas Dengan Kinerja PSSI, Bonek: Revolusi PSSI Harga Mati

0

Gemas Dengan Kinerja PSSI, Bonek: Revolusi PSSI Harga MatiGaekon.com – Kinerja induk sepak bola nasional, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kini menjadi sorotan. Suporter Persebaya Surabaya, Bonek Mania seakan dibuat gemas olehnya.

Melansir dari Surya, salah satu contohnya laga Persebaya melawan Persela di pekan ke delapan, adalah salah satu pemantik reaksi Bonek. Keputusan kontroversi dari Mustofa Umarella, wasit pemimpin pertandingan tersebut yang menjadi faktor utama.

Wasit tak merespon sepakan Jose Wilkson yang tampak melewati garis. Namun justru serangan balik Persela membuat petaka, lantaran aksi solo Ivan Carlos mengoyak jala Persebaya.

Padahal, striker Persela tersebut berdiri di belakang garis pertahanan Persebaya, alias offside. Ironisnya, gol itu disahkan oleh Mustofa Umarella.

Tak hanya itu, Bonek kembali mencermati kinerja wasit yang memimpin laga Persib melawan Persija di pekan ke 12 Liga 1.

Sepakan tendangan bebas Mark Klok tak dianggap gol oleh Aprisman, wasit pemimpin pertandingan tersebut. Alhasil, Persib gagal bangkit mengejar ketertinggalan satu gol yang dicetak Marko Simic hingga akhir laga.

Sementara itu kooridnator Bonek AB1927, Andi Peci menyoroti langkah komite wasit dan komisi disiplin PSSI. Pada kasus Musthofa Umarella misalnya, yang semula dikabarkan dihukum larangan memimpin di pertandingan Liga 1, malah tampak menjadi wasit cadangan saat laga Arema melawan Barito Putera.

“Umarella dihukum jarene PSSI. Tapi malah ketok nak pinggir lapangan maneh. (Umarella dihukum kata PSSI. Tapi malah terlihat kembali di pinggir lapangan),” kata Peci.

Menurut Peci, revolusi PSSI harga mati. Pasalnya, banyak sengkarut sepak bola Indonesia akibat dari kinerja buruk PSSI.

“Ini titik awal revolusi PSSI. Untuk semua suporter di Indonesia. Perjuangan melawan mafia sepak bola dimulai dari tanah pahlawan,” tandasnya.

Sebelumnya, Liga 1 kembali digelar ditengah pandemi. Memasuki sesi ke tiga, pertandingan yang semula bakal digelar di Jawa Timur itu diubah ke Jawa Tengah, venue perhelatan liga di sesi ke dua. Alasan keamanan menjadi salah satu pertimbangan pertandingan di gelar di Jawa Timur.

D For GAEKON