Gempa Bumi 5,3 M Hajar Zagreb Ibukota Kroasia yang Sedang Lockdown

0

Zagreb – Gempa bumi dahsyat mengguncang Kroasia dan ibu kotanya, Zagreb. Tak urung, gempa ini menghancurkan sejumlah bangunan ikonik di sana. Seperti yang dikutip GAEKON dari lansiran Associated Press (AP), Minggu (22/3) gempa dengan kekuatan m 5,3 ini menyebabkan kepanikan warga. Seorang anak berusia 15 tahun dilaporkan dalam kondisi kritis dan beberapa lainnya terluka.

Badan seismologi Eropa, EMSC, mengatakan gempa berkekuatan 5,3 m menghantam wilayah yang luas di utara ibukota, Zagreb, pada pukul 6:23 pagi (0523 GMT) Minggu (22/3). Pusat gempa berada 7 kilometer (4 mil) utara Zagreb pada kedalaman 10 kilometer (6 mil).

Perdana Menteri Andrej Plenkovic mengatakan gempa bumi ini adalah yang terbesar di Zagreb dalam periode 140 tahun terakhir. Banyak bangunan di ibu kota yang retak dan dinding dan atap rumah rusak. Jalan-jalan di pusat kota juga tampak dipenuhi puing-puing. Beton-beton jatuh pada mobil dan cerobong asap mendarat di depan pintu masuk.

Pemandangan dari lokasi kejadian menunjukkan para ibu yang mengenakan gaun tidur memeluk bayinya baru lahir di tempat parkir ketika mereka mengevakuasi rumah sakit bersalin yang rusak di tengah suhu yang membeku. Para wanita, bayi baru lahir, dan inkubator dipindahkan ke lokasi baru dengan bantuan tentara.

Katedral ikonik Zagreb juga rusak, dengan bagian atas salah satu dari dua menara runtuh. Katedral ini dibangun kembali setelah dijatuhkan pada gempa 1880. Listrik dilaporkan ikut terputus akibat gempa. Beberapa kebakaran juga dilaporkan. Setidaknya dua tremor lainnya direkam kemudian. Warga berbagi foto barang-barang yang jatuh dari rak, botol pecah dan kaca di dalam rumah.

Gempa bumi melanda di tengah sebagian ibukota yang di-lockdown karena penyebaran virus corona. Orang-orang diminta untuk menghindari area publik, seperti taman dan lapangan umum, tetapi tidak punya banyak pilihan ketika mereka meninggalkan tempat tinggal mereka.

Perdana Menteri Andrej Plenković mendesak warga untuk tetap tenang dan tinggal di luar rumah mereka di bagian tengah Zagreb, yang mengalami kerusakan paling parah. “Kami memiliki dua krisis paralel yang saling bertentangan,” kata Plenkovic setelah pertemuan darurat para pejabat tinggi Kroasia.

W For GAEKON