Gojek Dikabarkan Akan Merger dengan Tokopedia?

0

Gojek Dikabarkan Akan Merger dengan Tokopedia?Gaekon.com – Perusahaan jasa transportasi on demand Gojek dikabarkan akan melakukan merger dengan raksasa e-commerce Tokopedia. Dengan merger tersebut, diperkirakan Tokopedia dan Gojek akan menguasai pasar ekonomi digital dalam negeri.

Hal ini dikarenakan, dengan merger tersebut, cakupan bisnis perusahaan nantinya bakal mencakup layanan pesan antar, transportasi, jasa pembayaran, hingga belanja online.

Menurut sumber yang dilansir dari Bloomberg, Selasa (5/1/2021) rencana aksi korporasi tersebut bakal menciptakan raksasa teknologi di Indonesia dengan nilai mencapai lebih dari 18 miliar dollar AS atau sekitar Rp 250,2 triliun (kurs Rp 13.900).

Sumber Bloomberg menjelaskan, kabar merger tersebut sejalan dengan rencana Tokopedia untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

Masih dari sumber Bloomberg, kedua belah pihak telah melakukan penandatanganan lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji kelayakan dari masing-masing usaha mereka. Dalam beberapa bulan ke depan, sumber tersebut mengatakan kedua belah pihak telah siap mencapai titik sepakat dengan kemajuan negosiasi merger yang saat ini dilakukan.

Sementara itu, CEO Softbank Masayoshi Son, yang juga merupakan salah satu investor utama Tokopedia dikabarkan juga telah menyetujui proses merger tersebut. Kedua start up paling bernilai di Indonesia tersebut memiliki beberapa investor yang salam, termasuk Google, Tamasek Holdings, dan Sequoia Capital India. Sedangkan Tokopedia sendiri selain itu juga didukung oleh Alibaba Group Holding, yang sebenarnya juga memiliki e-commerce di kawasan Asia Tenggara yakni Lazada.

Valuasi Gojek dan Tokopedia sendiri masing masing sebesar 10,5 miliar dollar AS dan 7,5 miliar dollar AS. Pendiri dari kedua pihak perusahaan telah bersahabat sejak lebih dari 10 tahun lalu, dan telah mengantisipasi kerja sama antar keduanya.

Merger antara Gojek dan Tokopedia sendiri tak akan terlampau banyak menghadapi masalah dengan regulator. Hal terebut berbeda dengan kabar merger Gojek dan Grab yang sebelumnya sempat berhembus dan dianggap bakal mengurangi persaingan di pasar jasa transportasi on demand.

Namun, kedua perusahaan pun saat ini tengah mempertimbangkan beragam pilihan untuk penawaran saham kepada publik. Baik Gojek dan Tokopedia bisa memilih untuk melakukan IPO di dalam negeri dan di Amerika Serikat. Sumber dari Bloomberg juga mengatakan, bahwa keduanya bisa saja bekerja sama dengan perusahaan cek kosong (blank check company) untuk proses melantai di bursa saham AS.

Beberapa perusahaan cek kosong dikabarkan juga telah melakukan diskusi dengan kedua perusahaan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Tokopedia sendiri bulan lalu telah merekrut Morgan Stanley dan Citigriup sebagai penasehat untuk membantu rencana mereka go public. Bloomberg juga sebelumnya telah memberitakan, perusahaan cek kosong Bridgetown Holdings yang dimiliki oleh miliarder Ricahrd Li dan Peter Thiel tengah mempertimbangkan merger dengan Tokopedia.

Z For GAEKON