Golkar Jatim Target Raih Kemenangan 60 Persen di Pilkada 2020

0

Surabaya – Pilkada Serentak 2020 di Jatim akan memilih 19 kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. Partai Golkar memasang target kemenangan 60 persen di Jatim.

“Target kita me-review merujuk pada target nasional kita 60 persen kemenangan di Pilkada Serentak. Tentu ini bervariasi kualitasnya, ada yang kita bisa capai dengan kader sendiri untuk jadi bupati atau wabup. Ada yang kita mendukung koalisi besar untuk dimenangkan menjadi kepala daerah entah bupati atau wabup, wali kota atau wakil wali kota,” kata Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji kepada GAEKON di DPRD Jatim, Kamis (12/3).

Sarmuji menegaskan, target kemenangan Golkar dalam Pilkada Serentak 2020 nanti bukan saja kemenangan dalam sisi kuantitas. Ia ingin Golkar menang dalam hal kualitas.

“Kemenangan kualitas itu punya relevansi tinggi terhadap kemenangan kita dalam Pileg dan Pilpres 2024. Tidak ada gunanya kalau dalam Pilkada menang kuantitas, tapi tidak ada pengaruh buat kita dalam Pileg dan Pilpres,” terangnya.

Sarmuji menjelaskan bahwa minggu depan akan ada beberapa surat rekomendasi dan surat tugas dari DPP Golkar yang akan diberikan kepada bakal calon kepala daerah. Surat rekomendasi adalah penetapan sementara calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sudah sepaket. Sedangkan surat tugas, yakni untuk calon kepala daerah yang belum memiliki pasangan untuk membangun koalisi.

“Bisa kader asli dan naturalisasi. Ya kalau Surabaya belum, tapi yang memang bersosialisasi secara intens adalah Gus Hans,” imbuhnya.

Pria yang baru saja ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Jatim secara aklamasi ini memaparkan hasil dari rapat di DPP yang diikuti perwakilan Provinsi Jatim dan 19 kabupaten/kota, telah memetakan daerah mana saja yang akan segera turun surat rekomendasi atau surat tugas.

“Sudah kita petakan untuk mengeluarkan rekomendasi, mana surat tugas, mana yang belum, karena ada yang prosesnya masih membangun koalisi. Mungkin minggu depan akan keluar rekom atau tugas di beberapa daerah di Jatim,” jelasnya.

Zahrul Asad Asumta (Gus Hans) sendiri mengaku akan patuh terhadap keputusan partai. Menurutnya tugasnya saat ini ialah memantapkan dirinya sebagai calon yang dianggap kuat oleh partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Ya dengan cara turun menyapa masyarakat agar elektabilitas makin baik dan naik. Dan sesuai komitmen Pak Ketum dan Pak Ketua Golkar Jatim terpilih yang akan memprioritaskan kader sendiri jika memang dianggap berpotensi. Saya sebagai kader akan patuh apapun keputusan partai,” ujar Gus Hans.

Kunjungan Sarmuji di DPRD Jatim ialah mempersolid koordinasi Fraksi Partai Golkar sebagai etalase partai. Selain itu, Golkar Jatim sepenuhnya sangat mendukung kebijakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mengambil setiap kebijakan.

“Pertama saya menggariskan fraksi ini sebagai etalase politik partai, karena fraksi harus jadi etalase yg indah, tempat keluarnya kebijakan, lalu munculnya alternatif solusi sekaligus tempat menyalurkan aspirasi masyarakat,” kata Sarmuji.

Yang kedua fraksi akan mendukung kebijakan gubernur yang bermanfaat untuk rakyat. Banyak yang sudah dilakukan gubernur dan kita dukung. Dukungan ini harus dikomunikasikan ke rakyat, bahwa Golkar mendukung kebijakan yang berelevansi dengan masyarakat,” lanjutnya.

Yang terakhir, Sarmuji ingin fraksi Golkar bisa menjadi instrumen untuk merawat suara. Karena, Golkar Jatim menargetkan kenaikan kursi pada Pileg 2024 mendatang. “Fraksi menjadi instrumen utama di akar rumput, karena punya jaringan di akar rumput untuk meraih suara. Saya sudah usulkan Pak Kodrat (Sunyoto) sebagai ketua fraksi di Jatim,” pungkasnya.

W For GAEKON