Gubernur Jatim Pastikan Tidak Ada PSBB

0

Gubernur Jatim Pastikan Tidak Ada PSBBGaekon.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Menurutnya, daripada memberlakukan pembatasan, ia meminta kepada masyarakat agar lebih disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, Khofifah menyebut bahwa saat ini masih belum ada pembicaraan terkait hal tersebut dengan Forkopimda provinsi. Justru, koordinasi yang mereka lakukan adalah bagaimana secepat mungkin mengoperasikan RS lapangan tersebut untuk membantu penanganan COVID-19.

“Yang kami bahas bersama pangdam dan kapolda adalah penyiapan RS darurat lapangan ini agar segera beroperasi. Belum ada terkait PSBB,” kata Khofifah saat meresmikan Rumah Sakit Darurat Lapangan (RSDL) Idjen Boulevard di Malang, Rabu (16/12/2020) seperti yang dilansir dari Idntimes.

Sedangkan, Khofifah menyebut bahwa hal utama yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk memutus rantai penularan COVID-19 dengan cara mematuhi protokol pencegahan COVID-19. Bahkan, dirinya menyebut keberadaan RS khusus COVID-19 juga tidak ada gunanya apabila dari masyarakat sendiri tidak disiplin protokol kesehatan.

“Sekarang ini dokter-dokter sudah lelah. Perawat-perawat juga sudah lelah karena terus melakukan perawatan terhadap pasien COVID-19 mulai bulan Maret. Untuk itu untuk pencegahan, kedisiplinan terhadap protokol COVID-19 di masyarakat harus menjadi yang utama,” tandasnya.

Khofifah juga menambahkan bahwa saat ini berdasarkan laporan yang masuk kepadanya, lonjakan kasus yang terjadi di Malang Raya berasal dari beberapa klaster. Beberapa klaster tersebut diantaranya, perkantoran dan keluarga. Oleh karena itu, Khofifah meminta kepada kepala daerah untuk segera bisa menemukan formula guna mengatasi penambahan kasus tersebut.

“Harus ada revitalisasi lagi di sektor-sektor tersebut agar lebih tangguh. Caranya adalah dengan menempatkan relawan yang sudah dilatih terkait mitigasi COVID-19 serta pencegahannya. Semisal tugasnya memastikan bahwa di kantor harus tempat cuci tangan cukup. Termasuk juga memastikan semua menggunakan masker,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, hingga Selasa, (15/12/2020), enam daerah di Jawa Timur masuk dalam zona merah. Daerah tersebut antara lain, Banyuwangi, Jember, Tuban, Kabupaten Kediri, Kota Blitar, serta Kota Malang. Kondisi ini pun sempat memunculkan adanya wacana pemberlakuan kembali PSBB. Bahkan, Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak menyebut sedang mempertimbangkan formatnya.

Z For GAEKON