Gubernur Jawa Timur Ingin Revitalisasi Kampung Tangguh untuk Meminimalisir Kasus COVID-19

0

Gubernur Jawa Timur Ingin Revitalisasi Kampung Tangguh untuk Meminimalisir Kasus COVID-19Gaekon.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan pesan ke kepala daerah untuk melakukan revitalisasi atau menghidupkan kembali program Kampung Tangguh untuk meminimalisasi penularan COVID-19.

“Kepada para kepala daerah, Kampung Tangguh yang sudah didirikan di berbagai titik, harap bisa direvitalisasi,” ujarnya kepada awak media pada saat di Surabaya, Selasa.

Tidak hanya itu saja, untuk bupati/wali kota yang dulu sudah mempunyai ruang karantina, diharapkan agar dihidupkan kembali, hal ini dilakukan untuk memperkuat update konsolidasi satgas hingga penggalakan operasi yustisi.

“Khusus operasi yustisi, harus ditingkatkan lagi kegiatannya. Ini sangat penting untuk mencegah kembali meningkatnya kasus COVID-19, khususnya di Jatim,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Kemudian untuk wilayah-wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk dari provinsi lain, dirinya meminta adanya penguatan dalam pengawasan protokol kesehatan di masyarakat.

“Tolong dihitung kembali logistik untuk persiapan daerah-daerah yang biasanya ramai sebagai tujuan mudik maupun wisata. Pastikan mereka diusap (swab) antigen. Utamanya daerah-daerah yang menjadi pintu keluar masuk baik darat, laut maupun udara,” katanya.

Walaupun Jatim tercatat sebagai provinsi dengan jumlah tes cepat tertinggi di Indonesia,

menurutnya tetap diperlukan analisis bersama terkait langkah strategis yang diambil guna mengendalikan kenaikan angka penyebaran.

“Kita kerja keras jangan sampai terjadi kenaikan-kenaikan yang tidak terkendali,” tutur gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Sementara itu, berdasarkan situasi COVID-19 di Jatim sesuai data nasional per Selasa pukul 16.00 WIB kemarin, kasus konfirmasi baru bertambah 735 kasus sehingga secara kumulatif sebanyak 71.369 kasus.

Jika dirinci, konfirmasi positif yang dirawat 4.660 kasus (6,53 persen), konfirmasi sembuh 61.740 kasus (86,51 persen) dan konfirmasi meninggal dunia mencapai 4.969 kasus (6,96 persen).*

Z For GAEKON