Gubernur Kbofifah Akan Bangun Sandbox ala Drama Korea Start-Up di Jatim

0

Gubernur Kbofifah Akan Bangun Sandbox ala Drama Korea Start-Up di JatimGaekon.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku terinspirasi dengan drama Korea, Start Up. Drama 16 episode itu mampu memotivasi dan menginspirasi anak-anak muda untuk mengejar kesuksesan pada era digital ekonomi.

Start-Up merupakan drama Korea yang menceritakan lika-liku kehidupan anak muda dalam merintis bisnis. Drama itu dibintangi Nam Joo Hyuk, Suzy, dan Kim Seon Ho. Plot cerita berpusat pada bagaimana mereka membangun perusahaan start-up dan berkompetisi.

Pada saat menonton drama tersebut, Khofifah menangkap ada banyak hal yang bisa diterapkan. Inspirasi yang didapatkan adalah kegigihan dalam berjuang, kerja keras, dan kejujuran.

”Selain itu juga mengajarkan kerja sama, berani ambil risiko, pentingnya investasi, dan lain sebagainya,” ungkap Khofifah pada Senin (4/1) seperti yang dilansir dari Jawa Pos.

Selain itu, Khofifah mengaku jarang menonton film. Termasuk drama Korea. Namun, Khofifah tetap berusaha menyempatkan diri untuk menonton. Termasuk ketika menjalani isolasi mandiri.

Diketahui sebelumnya, Khofifah mengumumkan bahwa dirinya dinyatakan terinfeksi Covid-19. Untuk itu, menonton drama Korea adalah caranya untuk mengisi waktu.

Untuk drama Start-Up, dia melihat bahwa tema tersebut merupakan referensi menuju kemajuan Jawa Timur. Ide yang diangkat drama Start-Up sangat signifikan untuk mendorong milenial Jatim terus berusaha dengan kerja keras dan profesional.

”Drakor tidak melulu soal cinta dan romansa. Banyak genre lain yang juga punya cerita dan pesan moral yang kuat. Salah satunya ya ini, Start-Up,” tutur Khofifah.

Khofifah menyebut, saat ini Pemprov Jatim tengah berupaya membangun sebuah kawasan yang mirip Sandbox, yang dalam drama Korea Start-Up disebut sebagai Silicon Valley-nya Korea Selatan.

Dalam drama tersebut, Sandbox digambarkan sebagai wadah untuk para calon pengusaha mendapat bimbingan dari senior, investor, dan kantor untuk mengembangkan usaha rintisan.

”Saat ini ada private sector di Jatim yang tengah membangun KEK Singhasari di Kabupaten Malang. Saya berharap besar bahwa nanti KEK Singhasari mampu menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi),” ujar Khofifah.

Khofifah menyebut bahwa KEK Singhasari adalah KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif. Keberadaan Techno Park di kawasan tersebut akan menjadi inkubator bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Oleh karena itu, Khofifah berharap KEK Singhasari menjadi tempat supaya pelaku bisnis mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produknya melalui start-up. Sehingga bisa bersaing pada era industri 4.0 bahkan 5.0.

”Semoga dari KEK Singhasari ini akan lahir unicorn-unicorn baru Indonesia dari Jawa Timur, yakni start-up yang memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar,” ucap Khofifah.

Z For GAEKON