Guguran Lava Terus Terjadi, Asap Kawah Gunung Merapi Membumbung Hingga 500 Meter

0

Guguran Lava Terus Terjadi, Asap Kawah Gunung Merapi Membumbung Hingga 500 MeterGaekon.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya. Guguran lava masih terus terjadi dalam 6 jam.

Melansir dari Suarajogja, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan dalam periode pengamatan Selasa (9/11) pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB tercatat terdapat sejumlah guguran lava yang meluncur ke arah barat daya.

“Teramati guguran lava pijar 10 kali dengan jarak luncur maksimum 1800 meter kearah barat daya,” kata Hanik.

Berdasarkan pengamatan melalui PGM Kaliurang visual Merapi tampak hingga kabut, cuaca mendung, suhu udara 22°C, kelembaban 75%rh, tekanan udara 919 hpa, angin perlahan ke arah selatan.

Tak hanya itu, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal.

“Ketinggian (asap kawah) itu mencapai 100-500 meter di atas puncak kawah,” imbuhnya.

Sejumlah kegempaan juga masih terus terjadi dari Gunung Merapi dalam periode tersebut. Kegempaan itu guguran 63 kali, hembusan 1 kali, dan hybrid atau fase banyak 1 kali.

Hanik menambahkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro.

Kemudian sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat juga diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga tetap direkomendasikan untuk dihentikan sementara waktu.

Para pelaku wisata juga diimbau tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini.

Sementara jika dibandingkan dengan periode pengamatan sebelumnya atau tepatnya pada Senin (8/11) pukul 00.00 WIB – 24.00 WIB masih tidak teramati kemunculan awan panas. Hanya saja tetap sejumlah guguran lava yang terus muncul.

Teramati guguran lava pijar 13 kali dengan jarak maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.

“Sempat terdengar suara guguran 3 kali dengan intensitas hingga sedang,” ucapnya.

Sejumlah kegempaan yang masih terjadi dalam periode tersebut berasal yang paling banyak dari kegempaan guguran 179 kali, lalu hybrid atau fase banyak 5 kali dan hembusan 41 kali dan tektonik jauh hanya 1 kali.

D For GAEKON