Gugurkan Lava Pijar Sebanyak 5 Kali, Gunung Merapi Kembali Menyapa

0

Gugurkan Lava Pijar Sebanyak 5 Kali, Gunung Merapi Kembali MenyapaGaekon.com – Gunung Merapi kembali gugurkan lava pijar sebanyak 5 kali dengan jarak luncur maksimum 1500 meter ke barat daya, pada Rabu (1/9).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajogja, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan dalam periode pengamatan Rabu (1/9) pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB tercatat sejumlah guguran lava itu keluar dari puncak Merapi.

“Teramati guguran lava pijar 5 kali dengan jarak luncur maksimum 1500 meter ke barat daya,” katanya.

Sejumlah kegempaan masih terus terjadi dari Gunung Merapi dalam periode tersebut. Kegempaan itu berasal dari guguran 45 kali, hembusan hanya 40 kali, low frekuensi sebanyak 7 kali, lalu ada hybrid atau fase banyak dan tektonik jauh masing-masing 1 kali.

Dalam periode pengamatan itu juga terlihat adanya asap solfatara di puncak kawah. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah.

Hanik mengatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro. Lalu sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan untuk kemungkinan jika terjadi lontaran material vulkanik saat terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diminta agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Kegiatan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III juga dihentikan sementara waktu.

Ditambah dengan imbauan kepada pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III Gunung Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak dalam kondisi saat ini. Saat ini BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada Siaga (Level III).

Jika dibandingkan dengan sebelumnya pada Selasa (31/8) pukul 00.00 WIB – 24.00 WIB masih tidak teramati awan panas guguran yang keluar.

“Guguran lava pijar teramati 3 kali dengan jarak luncur maksimum 1500 meter ke barat daya dan suara guguran 1 kali,” ucapnya.

Sejumlah kegempaan yang masih terjadi dalam periode tersebut berasal dari kegempaan guguran yang terjadi paling banyak yakni sebanyak 243 kali. Kemudian disusul oleh kegempaan hembusan 15 kali dan hybrid atau tektonik jauh 7 kali.

D For GAEKON