Gunakan Dana Bansos Covid-19 Senilai Rp 187,2 Juta Untuk Judi, Kades Musi Rawas Terancam Hukuman Mati

0

Gunakan Dana Bansos Covid-19 Senilai Rp 187,2 Juta Untuk Judi, Kades Musi Rawas Terancam Hukuman MatiGaekon.com – Diduga menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk berjudi, Kepala Desa (Kades) di Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel) terancam hukuman mati.

Oknum Kades bernama Askari (43) ini melakukan sidang pembacaan dakwaan pada Senin (1/3) kemarin.

“Benar, Senin kemarin sudah digelar agenda pembacaan dakwaan oleh JPU terhadap terdakwa seorang oknum kades di Musi Rawas, atas nama Askari,” kata Pejabat Humas PN Palembang Abu Hanifah, seperti yang dilansir dari Detikcom.

Kasi Kejari Lubuklinggau Yuriza Antoni menyebut, dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Lubuklinggau dijelaskan ancaman hukum terhadap terdakwa.

Terdakwa diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan.

“Pasal tersebut termasuk dalam tindak pidana korupsi, ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun atau merujuk pada peraturan presiden tentang penyalahgunaan dana Covid-19 terdakwa terancam pidana mati,” kata Yuriza.

Penasihat hukum, Supendi tidak akan mengajukan pembelaan atas dakwan (eksepsi). Sidang akan dilanjutkan pekan depan.

“Setelah mendengarkan dakwaan penuntut umum, penasihat hukum terdakwa Supendi tidak mengajukan pembelaan atas dakwan (Eksepsi). Kemudian majelis hakim yang diketuai Sahlan Effendi, menunda sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang akan dihadirkan oleh penuntut umum,” kata Supendi.

Sidang kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19 oleh Kades di Musi Rawas, Sumatera Selatan ini dipimpin oleh ketua majelis hakim tindak pidana korupsi (tipikor) Sahlan Effendi.

Dalam dakwaan JPU, Riza menyebutkan terdakwa selaku kepala desa, pada Mei 2020, telah menggunakan dana desa tahap II dan III senilai Rp 187,2 juta.

Dana tersebut salah satunya digunakan untuk Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) warga Desa Sukowarno. Akan tetapi, dana Covid-19 tersebut tidak dibagikan oleh terdakwa ke warganya.

“Dalam dakwaan JPU, dana tahap II dan III yang sejatinya diberikan Rp 600 ribu per Kartu Keluarga (KK) oleh terdakwa digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa seperti judi togel dan lainnya,” kata Riza.

“Rp 187,2 juta itu digunakan terdakwa salah satunya untuk judi togel, bayar hutang, kepentingan pribadi (foya-foya) dan lainnya,” tambah Riza.

D For GAEKON