Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas, Jarak Luncurnya 1.800 Meter

0

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas, Jarak Luncurnya 1.800 MeterGaekon.com – Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran, Selasa (10/5) pukul 17.31 WIB kemarin.

Melansir dari Kompas, Kabar ini dikonfirmasi oleh Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida.

“Awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 10 Mei 2022 pukul 17.31 WIB,” ujarnya.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm.

Durasi awan panas guguran tercatat 149 detik. Jarak luncur awan panas guguran 1.800 meter ke arah Kali Bebeng atau barat daya.

“Jarak luncur 1.800 meter ke arah Kali Bebeng (barat daya). Arah angin ke timur,” tegasnya.

Sampai saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan Siaga (level III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan 10 Mei 2022 pukul 12.00 WIB – 18.00 WIB asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100-200 m di atas puncak kawah.

Teramati satu kali awan panas guguran dengan jarak luncur 1.800 m mengarah ke barat daya. Selain itu teramati 4 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya.

Data kegempaan di Gunung Merapi, awan panas guguran sebanyak 1 dengan amplitudo 27 mm dan durasi 149 detik.Guguran sebanyak 29 dengan amplitudo 3 mm – 23 mm dan durasi 38.2 detik-176.7 detik. Tektonik Jauh 1 dengan amplitudo 6 mm, S-P tidak terbaca dan durasi 52.3 detik.

D For GAEKON