Guru Di Sukabumi Ini Lumpuh Usai Jalani Vaksinasi Covid-19 Kedua

0

Guru Di Sukabumi Ini Lumpuh Usai Jalani Vaksinasi Covid-19 KeduaGaekon.com – Seorang guru di Sukabumi, Jawa Barat harus menjalani rawat jalan setelah sekitar tiga pekan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Guru bernama Susan ini mengalami kelumpuhan usai menjalani vaksinasi Covid-19 kedua. Sang adik, Yayu mengatakan bahwa awalnya, tangan kakaknya itu mengeluarkan banyak darah yang tak henti-henti.

“Pertama setelah divaksin itu tangannya mengeluarkan darah agak banyak, tidak berhenti. Lalu pusing, mual, lemas. Terus disuruh istirahat dulu, didudukin di kursi. Itu masih di lokasi vaksin,” kata Yayu.

Menurut Yayu, Susan tidak memiliki penyakit bawaan. Ia juga menyebut, selain pada vaksinasi kedua ini, kakaknya sempat mengalami efek usai menjalani vaksin yang pertama. Namun saat itu efek yang dirasakan hanya mual dan lemas.

“Vaksin pertama kata teteh ada efek, mual sama pusing, lemas, cuma waktu screening sebelum vaksin kata petugasnya itu efek biasa. Emang ada efek itu,” terangnya.

Namun setelah melakukan vaksinasi Covid-19 kedua pada 31 Maret itu, Susan justru merasa sesak, penglihatannya kabur, dan tangannya kaku.

Akhirnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Palabuhanratu, Sukabumi. Saat itu, diagnosis dokter menyatakan bahwa Susan memiliki autoimun. Tidak lama dirawat di RS Palabuhanratu, Susan lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Ia dirawat selama tiga pekan di rumah sakit tersebut.

“Keluar tanggal 23 [April]. Sekarang sudah di rumah, tinggal rawat jalan saja seminggu sekali. Tapi kondisinya masih belum bisa melihat dan belum bisa jalan. [Pandangan] buram. Waktu di RSHS malah sempat blank [pandangannya],” kata dia.

Saat ini peristiwa yang dialami Susan tengah didalami oleh Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jawa Barat.

D For GAEKON