Aneh, Guru Ini Dilantik Jadi Kepala Sekolah, Tapi Sekolahnya Tidak Ada

0

Aneh, Guru Ini Dilantik Jadi Kepala Sekolah, Tapi Sekolahnya Tidak AdaGaekon.com – Kisah seorang guru di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara bernama Rasni Bone ini mendadak jadi perhatian. Pasalnya, saat sudah dilantik menjadi kepala sekolah, sekolah yang dimaksud justru tidak terdaftar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari suarasulsel, Rasni mengikuti pelantikan pada Senin (27/9) malam bersama ratusan kepala sekolah tingkat SD-SMP di Kabupaten Minahasa Utara.

Mereka diketahui dilantik oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda. Pemilik nama lengkap Rasni Jubaidi Bone Agus, dilantik sebagai Kepala Sekolah SDN Kecil Warukapas di Kecamatan Dimembe.

Sekolah Tidak Terdaftar Di Dapodik

Namun keesokan harinya, pada Selasa (28/9) Rasni dibuat terkejut. Saat hendak bertugas di sekolah baru, sekolah tersebut tidak ditemukan. Bahkan anehnya lagi tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Anak Rasni, Azam Alfarizi Wonggo menceritakan kronologi yang dialami ibunda. Azam mengatakan bahwa sudah mengonfirmasi langsung ke Hukum Tua Desa Warukapas, namun sekolah itu tidak ada.

“Ceritanya ibu saya ditelepon untuk mengikuti pelantikan sebelum mendapat panggilan untuk pelantikan, ibu saya diberitahukan untuk memasukkan berkas sebagai syarat untuk menjadi kepala sekolah. Namun, sementara pelantikan berlangsung nama ibu saya dibaca sebagai kepala sekolah di SD Negeri Kecil Warukapas. Yang menjadi masalah disini, Sekolah tersebut tidak ada sama sekali di daerah Warukapas Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut. Sudah dikonfirmasi langsung ke Hukum Tua (kepala desa, red) Desa Warukapas,” ujar Azam.

Setelah mengetahui hal ini, Azam dan ibunya langsung mengkonfirmasi kepada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minahasa Utara. Namun sayang tidak mendapat jawaban pasti.

“Pihak BKDD juga baru tahu bahwa sekolah itu tidak ada. Kemudian ibu saya diminta menunggu 2 sampai 3 bulan ke depan untuk pelantikan selanjutnya. Lalu siapa yang menciptakan nama sekolah tersebut? Ada apa dengan BKDD?” tanya Azam.

Atas kejadian ini, Rasni menuntut keadilan dan meminta Bupati Joune Ganda agar memberi sanksi kepada oknum-oknum yang terlibat. Sementara itu, Bupati Joune menegaskan akan memberi sanksi kepada dinas terkait jika ada kelalaian.

“Kekurangan akan kita tegur keras. Kita cek detail, ini juga sekalian perbaikan data di dinas pendidikan dan BKDD,” ujar Joune.

Sementara, Kepala BKPP Minut Styvi Watupongoh memilih bungkam. Respon berbeda ditunjukan Kepala Dinas Pendidikan Minut Olfi Kalengkongan.

“Barusan berkoordinasi dengan BKPP. Akan ditelaah dan direvisi. Untuk lebih detailnya ke BKDD, soalnya Kaban yang tanggani itu,” singkat Olfi.

Sebelum dilantik menjadi kepala sekolah, Rasni menjadi guru di SDN Klabat, Desa Klabat, Kecamatan Dimembe. Ia telah mengabdi selama 35 tahun. Sarjana Golongan IV A/Pembina. Rasni tercatat sebagai guru kelas V SD selama 30 tahun dan guru kelas I SD selama 5 tahun.

D For GAEKON