Viral, Guru Honorer 53 Tahun Ikut PPPK Sampai Digendong Karena Stroke, Warganet: Mas Menteri Tak Tergerak Kah Hatimu?

0

Viral, Guru Honorer 53 Tahun Ikut PPPK Sampai Digendong Karena Stroke, Warganet: Mas Menteri Tak Tergerak Kah Hatimu?Gaekon.com – Usai adanya tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), belakangan ini banyak video memilukan yang beredar di media sosial. Salah satunya yaitu video seorang guru honorer bernama Imas Kustian di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Imas mengikuti tes PPPK dalam kondisi stroke. Dalam video yang dibagikan akun Instagram @lambeturah_official memperlihatkan sang guru tampak berjalan dengan dibantu oleh tongkatnya saat mengikuti ujian PPPK.

Guru berusia 53 tahun itu terlihat sudah tidak mampu berjalan. Badan dan kedua kakinya tampak lemas. Namun, ia masih nekat mengikuti ujian PPPK 2021 demi mengubah statusnya menjadi pegawai pemerintah dan memiliki gaji yang layak.

Imas Kustiani merupakan guru kategori 2 (k2) yang mengajar di SD Negeri Wancimekar 1 Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang. Ia telah menjadi guru honorer selama puluhan tahun.

Akhirnya ia mengikuti seleksi PPPK agar statusnya berubah menjadi pegawai pemerintah. Meskipun keadaan kesehatannya tidak memungkinkan, namun Imas tetap memaksa untuk ikut tes. Alhasil, ia harus digendong oleh petugas ke ruang ujian.

Tidak hanya itu saja, sang guru juga menangis di depan monitor lantaran kondisinya yang sudah sangat kelelahan dan menderita stroke.

Video tersebut sontak viral, dilihat lebih dari 400 ribu kali dan banyak warganet turut bersedih dengan kisah guru itu. Banyak warganet yang meminta menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, segera mengangkat nenek tersebut sebagai guru PPPK atau PNS lantaran kondisinya dianggap sudah tidak memungkinkan untuk mengikuti tes tersebut.

“Seharusnya yang mengabdi puluhan tahun kayak beliau yang diprioritaskan. Lah ini yang lulus baru ngajar 5 tahun ke bawah,” Ungkap @chokypratamarompies.

“Ya Allah sedihnya. Harusnya nggak perlu la tes tes tes, langsung lah Pak Menteri angkat jadi ASN para guru di pelosok-pelosok negeri yang sudah berumur 40 tahun ke atas,” tulis @tytatytatyaspuspita.

“Mas menteri tak tergerak kah hatimu melihat ini? Angkat aja guru honor teh berdasarkan lama pengabdian. Ribet banget harus tes ini-itu dan passing grade yang begitu tinggi. Ibu guru yang seperti ini tetap akan kalah sama anak muda yang baru mengajar yang melek teknologi,” sahut @g.i.t.h.a_.

Menurut keterangan postingan, guru SD Negeri Wancimekar 1 di Desa Wancimekar itu telah menderita stroke selama tujuh tahun. Bahkan, hingga saat ini, penyakit itu masih menggerogoti tubuhnya dan membuatnya tidak berdaya.

D For GAEKON