Viral, 2 Guru SMP Di Medan Hina Siswinya Miskin Dan Bodoh, Gara-Gara Belum Bayar Uang Sekolah

0

Viral, 2 Guru SMP Di Medan Hina Siswinya Miskin Dan Bodoh, Gara-Gara Belum Bayar Uang SekolahGaekon.com – Profesi “guru” dikenal sebagai seorang pendidik yang seharusnya bisa memberikan contoh sikap yang baik. Bukan justru seperti kasus yang satu ini. Guru di SMP Negeri 28 Medan, Sumatera Utara menghina hingga mengatakan bodohnya siswinya.

Melansir dari Tribunnewssultra, Siswi SMP Negeri 28 Medan bernama Indah Pratiwi itu dihina miskin dan bodoh oleh 2 gurunya. Indah dihina miskin dan bodoh di hadapan teman-temannya ketika berada di ruang kelas.

Kronologi Siswi Di Medan Dihina Gurunya

Indah mengaku bahwa kejadian itu bermula saat ia belum membayar uang buku dan uang sekolah. Indah dibentak dan dilempar saat tengah mengobrol dengan temannya di kelas.

“Jadi itu kejadiannya sudah berulang, waktu itu berawal saya belum bayar uang sekolah dan uang buku, ketika di ruangan kelas saya mengobrol sebentar dengan teman, lalu tiba tiba saya dilempar dan di katain udah miskin bodoh mau jadi apa,” ungkap Indah.

Ketika Indah menceritakan hal itu kepada sang kakak, dan orang tua asuhnya, masih merespon dengan sikap bijak.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Medan disebut belum melakukan tindakan guna menyelesaikan permasalahan penghinaan guru terhadap muridnya.

Kabid SMP Kota Medan, Bambang Sudewo menyebutkan bahwa dinas pendidikan belum memanggil 2 guru yang diduga menghina Indah sampai kasus ini mencuat.

“Memang benar kita berencana akan mendatangi sekolah, namun setelah berdiskusi dengan Kadisdik bahwa nanti oknum guru dan kepala sekolahnya yang kami panggil ke Disdik,” ungkap Bambang.

Bambang mengatakan bahwa, surat pemanggilan kini tengah dipersiapkan oleh bagian kepegawaian Disdik Medan.

Bambang pun menghimbau supaya guru-guru dapat melontarkan bahasa yang santun, elegan dan baik tanpa ada unsur perundungan.

Atas kejadian ini, Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala menyayangkan perilaku guru tersebut. Pasalnya ia seharusnya mendidik dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, bukan justru menghina.

“Sangat disayangkan perilaku guru yang seharusnya mendidik dengan penuh kasih sayang dan kelembutan malah oknum guru mendidik dengan cara yang kasar, melontarkan kata-kata penghinaan yang semestinya itu tidak terjadi,” ucap Rajudin.

Rajudin menegaskan bahwa guru tersebut harus dihukum agar jera. Pihaknya berharap agar Dinas Pendidikan segera mengambil sikap.

“Untuk itu pihak Dinas Pendidikan harus segera ambil sikap untuk memberikan arahan dan pembinaan terhadap oknum guru yang berprilaku sombong dan kasar tersebut,” katanya.

Menurut Rajudin, oknum guru tersebut harus segera dibimbing, dididik kembali agar paham dengan tugasnya sebagai seorang guru.

“Sepertinya oknum guru tersebutlah yang harus segera dibimbing, dididik kembali agar dia paham tugasnya sebagai seorang guru, jika setelah diberikan bimbingan dan arahan tidak juga merubah sikapnya ini perlu proses hukum agar tidak terulang lagi dan juga menimbulkan efek jera,” paparnya.

D For GAEKON