Jombang, JATIM – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah meninggal dunia Minggu 2 Februari 2020 pukul 20.55 WIB. Adik Gus Dur itu sempat menjalani tindakan medis ablasi di RS Jantung Harapan Kita. Ablasi merupakan tindakan untuk pasien Aritmia jantung.

Baca juga : Gus Sholah Wafat, Romo Benny: Kita Kehilangan Tokoh Pluralisme

“Jadi sejak beberapa minggu lalu itu, sejak Desember, ada sedikit kelainan di dekat jantungnya, tidak beraturanlah, terus dicek di sini terus ternyata harus dilakukan tindakan ablasi ini,” kata putra Gus Solah, Irfan Wahid atau Ipang Wahid.

Lalu apa itu penyakit aritmia jantung? Aritmia adalah detak ritme detak jantung yang tidak normal. Aritmia jantung sendiri terjadi karena impuls elektrik yang mengkoordinasikan denyut jantung tidak bekerja dengan seharusnya. Untuk memperbaiki ritme tersebut, dokter akan melakukan tindakan ablasi.

Gangguan ritme jantung ada dua jenis. Yaitu takikardi atau detak jantung terlalu cepat dan brakikardi atau detak jantung terlalu lambat. Denyut jantung manusia normal memang bervariasi. Namun, ada sekitar 60 beats per minute (bpm) pada kondisi resting heart rate atau istirahat.

Sementara itu, penyebab aritmia sangat beragam, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Serangan jantung
  • Kerusakan jaringan di jantung akibat serangan jantung
  • Perubahan struktur jantung
  • Penyumbatan pembuluh darah arteri koroner
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan tiroid
  • Diabetes
  • Sleep apnea atau henti napas saat tidur, sering dialami orang-orang yang tidurnya ngorok
  • Merokok
  • Minum alkohol atau kopi berlebihan
  • Penyalahgunaan obat
  • Stres dan gelisah
  • Genetik.

Sebelumnya, Gus Solah wafat di usianya yang ke-77 tahun. Pada 2018 dia sempat dirawat di RSUD Jombang karena penyakit lambung. Dia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Pada awal 2020 ia dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here