Hamil 7 Bulan, Remaja Ini Gugurkan Kandungannya Dengan Obat Sakit Perut

0

Hamil 7 Bulan, Remaja Ini Gugurkan Kandungannya Dengan Obat Sakit PerutGaekon.com – Hamil diluar nikah, perempuan asal Jepara ini tega menggugurkan kandungannya yang sudah berusia 7 bulan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajawatengah, Lantaran takut ketahuan orang tuanya, Pasangan cinta monyet BA (18) dan AI (16) mencari cara untuk menggugurkan kandungan tersebut. Mereka membeli obat penggugur itu secara online.

BA membeli sembilan butir obat sakit perut secara online seharga Rp 1,4 juta. Ia rela menjual ponsel pintarnya untuk bisa membeli obat tersebut.

“Iya, kami takut kalau (kehamilan, red) diketahui orang tua,” ujar BA.

BA mengatakan, AI yang pertama kali berniat untuk menggugurkan kandungannya. Setelah berbicara berdua, akhirnya BA menyetujui rencana tersebut.

“Dia (AI) yang pertama niat (aborsi),” ujar BA.

AI mulai meminum obatnya pada Kamis (3/2) malam. Setiap satu jam, AI meminum obat tersebut. Obat itu bereaksi pada Kamis pagi, hingga janin tersebut lahir.

Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Johan Andika, bayi tersebut dilahirkan di rumah AI sekitar pukul 09.00 WIB. Lantaran orang tua AI di luar kota, kemudian AI menelfon BA. Setelah terhubung dengan BA,  AI meminta pacarnya itu ke rumahnya.

BA dan AI membawa janin yang sudah tak bernyawa itu ke rumah BA dengan dibungkus selembar kain batik. Di rumah BA hanya ada neneknya. Lantaran kaget, nenek BA melaporkannya ke ayah BA dan kemudian dilaporkan ke Polsek Batealit.

AI mengalami pendarahan dan lemas. Ia ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan medis. Dari hasil pemeriksaan bidan di Puskesmas itulah, akhirnya tindakan aborsi diketahui.

Kondisinya yang terus lemas membuat AI harus dirawat di RSUD RA Kartini Jepara. Sementara BA diamankan di Polres Jepara.

AI akan dijerat dengan Pasal 2 Ayat 3 Jo 76C Undang-undang Perlindungan anak nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun.

Namun, akan dialternatifkan dan diakumulatifkan dengan pasal 248 KUHP dengan ancaman 5 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan, untuk BA akan diancam dengan pasal yang sama. Namun, dialternatifkan Pasal 364 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

BA merupakan warga Desa Bringin, kecamatan Batealit. Sedangkan AI adalah tetangga desanya, Desa Batealit Kecamatan Batealit Jepara.

BA mengakui hubungan asmaranya dengan AI dijalin sejak 8 Mei 2020 lalu. Meski terpaut usia 2 tahun, mereka kenal sejak SMP. Saat ini dia sudah bekerja.

Sementara AI masih duduk di bangku kelas X SMK. BA mengatakan, dia tahu pacarnya mengandung janin sejak Oktober 2020 lalu.

D For GAEKON