Hampir 1.000 Dalam Sehari, Penambahan Kasus Corona di Indonesia Cetak Rekor!

0

Gaekon.com – Per 21 Mei 2020, penambahan kasus penderita positif Covid-19 di Indonesia mencetak rekor yang baru, sebanyak 973 orang, atau 5,07% menjadi total 20.162 orang. Apakah hal ini akan semakin mempersulit jalan untuk menempuh hidup normal yang baru?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut dalam pernyataan resminya yang diterima GAEKON, Jumat (22/5) menyebut, “Beberapa minggu ke depan merupakan masa kritis yang berpotensi dapat meningkatkan penyebaran kasus Covid-19 karena memasuki masa Idul Fitri, shalat Id berjamaah, berkumpulnya masyarakat untuk silaturahmi, dan potensi arus mudik juga arus balik.”

Kurva kasus corona di Tanah Air belum melandai, malah ada kecenderungan naik. Ke depannya, seperti kata Pak Menteri, sepertinya jumlah pasien positif corona bakal makin meningkat. Puncak pandemi virus corona di Indonesia sepertinya masih jauh.

Sebenarnya ada dua alasan mengapa kasus corona di Ibu Pertiwi semakin bertambah dan puncak pandemi masih jauh dari pandangan. Pertama, pemerintah sedang ngebut melakukan tes corona sehingga ke depan akan semakin banyak kasus yang muncul ke permukaan.

Kedua, seperti disampaikan Kepala Bappenas, risiko penyebaran virus corona di Indonesia sedang tinggi-tingginya karena kenaikan intensitas mobilitas masyarakat. Meski sudah ada anjuran untuk #dirumahaja, tetapi momentum Ramadan-Idul Fitri mungkin terlalu berharga untuk dilewatkan.

Dari jumlah pertambahan kasus di Indonesia tersebut, hampir separo atau 451 kasus terjadi di Jawa Timur. Ketua Satgas Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr. Joni Wahyuhadi mengatakan, salah satu penyebab kasus COVID-19 meningkat yakni mobilitas penumpang pesawat terbang.

“Mungkin salah satu penyebab naiknya kasus, kalau kita lihat mobilitas dari penumpang udara yang cukup banyak grafiknya naik terus. Yang datang dan berangkat naik terus sehari bisa 1.400-1.500 (Data dari Bandara Juanda). Walau sudah dilakukan screening, ini bisa menjadi faktor yang menaikkan jumlah kasus di Jatim,” kata Joni pada GAEKON di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5).

Faktor lainnya yang menyebabkan kasus di Jatim melesat, karena PDP yang banyak dan hasil swab dinyatakan positif. “Salah satu penyebab kenaikan jumlah kasus Corona di Jatim karena PDP banyak yang terlaporkan hasil swab menunjukkan positif COVID-19,” jelasnya.

Joni kemudian menyebut faktor lain yakni bertambahnya jumlah laboratorium di Jatim. Hal itu membuat pemeriksaan semakin banyak dan jumlah positif COVID-19 bertambah. Upaya PSBB ini ada 3 paradigma yakni testing, tracing, treatment (3T). Salah satu bentuk testing adalah meningkatkan laboratorium kita dengan penambahan kapasitas,” katanya.

“Dengan penambahan kapasitas, maka yang positif tambah banyak. Terdeteksi lebih cepat, terdeteksi lebih massif. Jadi 500 yang dilapor pemerintah pusat, mayoritas berasal dari ITD (488 swab positif),” imbuhnya.

Terakhir, faktor yang membuat jumlah kasus positif COVID-19 di Jatim meningkat yakni karena kasus yang dilaporkan mulai dari 18 Mei 2020 sampai 20 Mei 2020. “Jadi yang diumumkan hari ini hasil pemeriksaan dari tanggal tersebut,” pungkasnya.

W For GAEKON