Harga Jual Tahu Dan Tempe Siap-Siap Naik, Kemendag Akan Terus Pantau Pergerakan Harga Kedelai Dunia

0

Harga Jual Tahu Dan Tempe Siap-Siap Naik, Kemendag Akan Terus Pantau Pergerakan Harga Kedelai DuniaGaekon.com – Menyusul kenaikan harga komoditas kedelai global, harga jual tahu dan tempe diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Perdagangan. Pihaknya memprediksi harga jual tahu dan tempe akan mengalami penyesuaian dalam beberapa waktu ke depan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menerangkan bahwa penyesuaian harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe dikarenakan komoditas kedelai asal Amerika Serikat ini belum memasuki masa panen.

“Akan terjadi penyesuaian harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe dikarenakan komoditas kedelai asal Amerika Serikat ini belum memasuki masa panen. Selain itu juga ditengarai permintaan kedelai dari negara lain seperti Tiongkok sebesar 7,5 juta ton pada April 2021 yang berdampak pada tingginya harga kedelai dunia sampai dengan saat ini,” terangnya.

Nurwan memaklumi harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe akan mulai bergerak naik pada kisaran Rp10.500/kg. Sehingga, berpotensi mengerek harga tahu dan tempe di tingkat pengrajin.

Meski demikian, Nurwan tetap menjamin stok kedelai masih mencukupi. Nurwan akan terus memantau pergerakan harga kedelai dunia, agar harga kedelai di tingkat pengrajin dan di tingkat pasar tahu dan tempe berada di tingkat wajar.

“kami menjamin stok kedelai saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional,” tegasnya.

Nurwan juga mengimbau para importir agar memastikan dan menyalurkan stok kedelai secara rutin kepada seluruh pengrajin tahu dan tempe, termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo), baik di Puskopti Provinsi maupun Kopti Kabupaten/Kota seluruh Indonesia dengan tetap memperhatikan harga kedelai yang terjangkau.

Selain itu, importir diimbau untuk memotong rantai distribusi dengan menyalurkan langsung kepada industri pengrajin. Khususnya di daerah kota/kabupaten yang dekat dengan lokasi gudang importir atau distributornya guna mendapatkan harga terjangkau di tingkat pengrajin.

Mengutip dari Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia masih mengalami kenaikan. Pada pertengahan Mei 2021, harga kedelai dunia berada di kisaran USD 15,86/bushels (Rp10.084/kg harga akhir), naik sekitar 11,2 persen dibanding April 2021 yang tercatat sebesar USD 14,26/bushels (Rp9.203/kg harga akhir).

D For GAEKON