Harga Minyak Goreng Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

0

Harga Minyak Goreng Tinggi, Ternyata Ini PenyebabnyaGaekon.com – Harga minyak goreng beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan. Hal ini tentu membuat resah masyarakat, mengingat minyak goreng menjadi salah satu bahan pokok. Penyebab kenaikan harga minyak ini diungkap oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi.

Harga Minyak Goreng Naik Karena Harga Minyak Sawit Mentah Naik

Melansir dari CNN, Muhammad Lutfi mengatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Lutfi menyebut Kemendag menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp11 ribu per kg dengan acuan harga CPO internasional sebesar US$500-US$600 per metrik ton (MT).

Sementara itu, harga CPO saat ini telah menyentuh kisaran US$1.250 per MT. Maka dari itu harga minyak goreng dalam negeri pun melonjak.

“Saat kami buat HET Rp11 ribu (per kg) berbasiskan harga CPO US$500-US$600, begitu harganya 2 kali lipat maka harga minyak goreng lebih dari Rp16 ribu,” jelasnya.

Lutfi memproyeksikan harga CPO internasional masih akan naik lagi menembus US$1.500 per MT. Pasalnya, panen kacang kedelai seluruh dunia bakal terganggu. Sayangnya, pada kesempatan itu Lutfi tak menyinggung soal intervensi pemerintah dalam menurunkan harga minyak di level masyarakat.

“Ini income (pemasukan) yang luar biasa untuk Indonesia,” katanya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), hingga kemarin, (19/11) harga minyak goreng masih terpantau tinggi.

Di Provinsi Gorontalo harga minyak goreng dijual seharga Rp23.450 per kg. Kemudian diikuti oleh Provinsi Papua Barat seharga Rp20.450 per kg. Sedangkan di DKI Jakarta dan Sumatera Selatan harga dibanderol sebesar Rp19.550 per kg.

D For GAEKON