Hari Ini PPKM Berakhir, Epidemiolog: Risiko Peningkatan Kasus Masih Tinggi, Pemerintah Tetap Harus Berhati-Hati

0

Hari Ini PPKM Berakhir, Epidemiolog: Risiko Peningkatan Kasus Masih Tinggi, Pemerintah Tetap Harus Berhati-HatiGaekon.com – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali akan kembali diumumkan hari ini, Senin (20/9).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tempo, Banyak yang mengevaluasi adanya kebijakan PPKM. Salah satunya yaitu Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Iwan Ariawan. Pihaknya menilai kondisi pandemi Covid-19 sudah cukup terkendali sejak penerapan PPKM pada Juli lalu.

Meski demikian, menurut Iwan, Pemerintah tetap harus berhati-hati agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi. Pasalnya, risiko peningkatan kasus masih tinggi.

“Karena risiko peningkatan kasus masih tinggi. Luar Jawa-Bali perlu mendapat perhatian. Penurunan kasus di luar Jawa-Bali tidak secepat di Jawa-Bali. Proporsi kasus dari luar Jawa-Bali semakin meningkat,” ujar Iwan.

Iwan juga menyoroti kegiatan sekolah tatap muka yang sudah diperbolehkan di wilayah PPKM Level 3 dan 2. Kegiatan tatap muka ini menurutnya harus dipantau ketat, terutama untuk anak usia 7-12 yang belum bisa divaksinasi.

“Protokol kesehatan harus dijaga ketat. Dan jika ada murid yang terkonfirmasi Covid-19, kontak erat harus tidak boleh masuk sekolah tatap muka,” ujarnya.

Data Satgas Covid-19 pekan ini, kasus nasional terus menurun hingga 8 minggu berturut-turut. Kasus minggu ini menurun hingga 88,9 persen dibandingkan dengan puncak kedua. Dan kasus minggu ini lebih rendah dari puncak pertama, hingga mendekati titik terendah yang pada 10 Mei 2021.

Menurut Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito cakupan vaksinasi akan terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta orang per 10 hari sejak Agustus 2021.

Pasalnya, untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Kemudian, implementasi kebijakan PPKM terus ditingkatkan. Wiku mengingatkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk mencegah lonjakan kasus.

“Masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebagai catatan, pekan lalu ada 80 kabupaten/kota yang kepatuhannya rendah dalam memakai masker dan 95 kabupaten/kota dalam menjaga jarak,” ujar Wiku, Kamis lalu.

D For GAEKON