Hari Ini Warga Papua Gelar Demonstrasi Di Tiga Kota

0

Hari Ini Warga Papua Gelar Demonstrasi Di Tiga KotaGaekon.com – Warga Papua menggelar demonstrasi serentak di tiga kota, hari ini (21/5). Aksi tersebut akan digelar masing-masing di depan Istana Kepresidenan, Jakarta; Jalan Asia-Afrika, Bandung; dan depan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Warga Papua yang menggelar demonstrasi tersebut tergabung dalam Petisi Rakyat Papua. Mereka menggelar aksi itu untuk merespons sejumlah kasus yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir di Papua.

Salah satu koordinator aksi, Lakar Sime mengatakan bahwa aksi yang digelar hari ini adalah tuntutan tindakan militerime.

“Aksi hari ini tuntutan, terkait tindakan militerisme yang berlangsung di Papua. Terus pembebasan tahanan politik Papua,” ujar Lakar.

Sejumlah tuntutan yang diserukan dalam aksi tersebut antara lain, menolak rencana penerapan otonomi khusus (Otsus) jilid II di Papua dan menolak militerisme dan pengiriman prajurit yang dinilai lebih merugikan rakyat Papua.

Aksi itu menuntut empat warga yang kini masih ditahan aparat kepolisian. Mereka yakni, Calvin Maolama, Rulland Levy, Simon Magal, Jakub, dan Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Victor Yeimo.

Selain menyoroti isu-isu Papua, warga yang berdemonstrasi hari ini juga mengangkat isu Palestina. Lakar menyebut pihaknya juga akan menyoroti sejumlah kasus yang berkembang beberapa waktu terakhir termasuk pelabelan teroris terhadap Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Lakar menolak label dari pemerintah tersebut. Ia menilai label tersebut hanya akan memberi kesewenang-wenangan kepada aparat dalam melakukan aksi kekerasan, termasuk ke masyarakat sipil.

Pasalnya, Lakar mengaku kerap mendapati warga sipil yang menjadi korban akibat aksi kekerasan yang dilakukan aparat TNI dan Polri.

Terkait Otsus, Lakar berkata, kebijakan tersebut hingga 20 tahun dinilai tak membawa dampak signifikan terhadap masyarakat Papua. Menurut dia, Otsus lahir karena ada tuntutan politik yang berbeda dari warga.

“Sejarah Otsus lahir karena ada tuntutan politik yang berbeda dari rakyat Papua sendiri. Dan itu bukan keinginan rakyat Papua,” katanya.

D For GAEKON