Sebagian Besar Hasil Donasi, 1.121 Juta Dosis Vaksin Kedaluwarsa

0

Sebagian Besar Hasil Donasi, 1.121 Juta Dosis Vaksin KedaluwarsaGaekon.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa sebanyak 1.121 juta dosis vaksin kedaluwarsa per Desember 2021. Vaksin tersebut sebagian besar merupakan hasil donasi.

Melansir dari Republika.co.id, hal ini diungkapkan Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (18/1).

Dari 1,121 Juta Dosis, 1,1 Juta Adalah Donasi Gratis

“Jadi vaksin expired kita sampai bulan Desember itu ada 1,121 juta dosis. Dari 1,121 juta dosis ini 1,1 jutanya adalah vaksin donasi gratis, 98 persen dari donasi gratis,” jelasnya.

Jenis vaksin donasi yang paling banyak diterima Indonesia dari negara lain antara lain AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna.

Budi mengatakan biasanya vaksin donasi yang diterima Indonesia adalah vaksin yang masa penggunaannya tinggal satu-tiga bulan lagi jelang kedaluwarsa.

“Dan itu expired date-nya berkisar antara satu hingga tiga bulan sehingga kita mesti cepat suntik. Itu sebabnya banyak yang kena kemarin 1,1 juta. Berdasarkan pengalaman itu, kita sekarang agak memilih, kalau bisa at least tiga bulan, tetapi image Indonesia sebagai negara yang vaksinasinya cepat, itu jadi kalau ada negara maju yang tinggal satu dua bulan lagi pasti dia tawarnya ke Indonesia,” jelasnya.

Budi menjelaskan alasan Indonesia banyak menerima vaksin donasi dari negara lain lantaran kemampuan vaksinasi di Indonesia tinggi.

Ia mengungkapkan bahwa tadinya vaksin donasi tersebut akan dikirimkan ke Afrika. Namun rendahnya vaksinasi di Afrika dan sulitnya cold chain di sana, sehingga menyebabkan banyak vaksin di Afrika yang kadaluwarsa.

“Jadi negara-negara yang ngasih kemudian kan enggak happy, dia cari negara mana yang suntiknya cepat, itu Indonesia,” ujarnya.

D For GAEKON