Hasil SKD CPNS Surabaya dan Jatim Diumumkan, Cek Nilai Anda!

0

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan, bahwa pengumuman hasil SKD CPNS 2019 akan dilakukan selama dua hari, mulai hari Minggu (22/3) hingga Senin (23/3). Peserta dapat memeriksa pengumuman hasil SKD CPNS 2019 di situs masing-masing instansi tempat mereka mendaftar CPNS.

Untuk sekarang, Tahapan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sedang memasuki tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Selanjutnya adalah tahapan Seleksi kompetensi Bidang (SKB).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono saat ditemui GAEKON mengatakan, hasil SKD akan diumumkan oleh masing-masing instansi. “BKN meminta instansi untuk menyiapkan pengumuman hasil SKD untuk disampaikan secara serentak kepada pelamar melalui masing-masing laman website atau media sosial Instansi pada 22 – 23 Maret 2020,” kata Paryono kepada GAEKON, Minggu (22/3).

Paryono juga meminta agar pelamar untuk kembali mengeceknya pada Senin besok, jika hasil SKD itu belum dipublikasikan pada hari ini. Paryono juga menegaskan, jika hasil SKD tidak akan ditampilkan pada laman SSCN seperti halnya saat pengumuman hasil seleksi administrasi.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada para pelamar untuk mengecek hasil SKD di laman instansi masing-masing. “Tidak diumumkan di laman SSCN. Setiap pelamar buka web instansi yang dilamar, hasilnya ada di sana,” ujar Paryono.

Dirinya menyarankan agar mengecek hasil SKD, pelamar tidak melakukannya dengan terburu-buru yang dapat menyebabkan error pada laman instansi. Sebab, pengumuman hasil tak hanya ditampilkan selama 1-2 hari. Pelamar bisa mengeceknya kapan saja.

“Saya kira pengumuman ini kan lama dipasangnya, sehingga para pelamar bisa kapan saja cek pengumuman hasil SKD dan tidak buru-buru akan melaksanakan SKB juga,” papar Paryono.

Paryono mengungkapkan, bagi pelamar yang dinyatakan lulus dan lanjut SKB, agar tetap memantau website/media sosial instansi. Selanjutnya, menunggu keputusan pelaksanaan SKB yang akan ditentukan kemudian.

Hal ini dikarenakan pelaksanaan SKB masih dalam status penundaan sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Penundaan ini karena wabah virus corona yang tengah merebak di Indonesia.

SKB sendiri merupakan tahapan lanjutan setelah pelaksanaan SKD. Mereka yang berhak mengikuti SKB adalah mereka yang dinyatakan lolos passing grade dan perankingan. Jumlah mereka yang berhak mengikuti SKB adalah jumlah kebutuhan formasi dikalikan tiga. Untuk pelaksanaan SKB sendiri, nantinya wajib menggunakan CAT.

Sementara, bagi instansi pusat yang tidak menyelenggarakan SKB dengan sistem CAT bisa menggunakan paling sedikit 2 jenis tes lain. Pelaksanaan dan materi SKB di instansi pusat selain dengan CAT, dapat pula berupa:
Tes potensi akademik
Tes praktik kerja
Tes bahasa asing
Tes fisik atau kesamaptaan
Psikotes Tes kesehatan jiwa, dan/atau
Wawancara

Dalam hal jabatan yang bersifat teknis atau keahlian khusus seperti pranata komputer, instansi daerah bisa melaksanakan SKB dalam bentuk tes praktik kerja. Instansi daerah hanya diperkenankan menambah 1 jenis tes selain SKB dengan CAT dan diberikan bobot paling tinggi 40 persen dari total nilai atau hasil SKB. Dengan demikian, bobot nilai SKB dengan CAT menjadi 60 persen dari total nilai atau hasil SKB.

W For GAEKON