Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengamini bahwa ada tanda tangan dirinya dalam surat permohonan PAW Harun Masiku untuk menggantikan Nazarudin Kiemas, caleg PDIP terpilih yang meninggal sebelum pemilu.

Geger sebelumnya, Permohonan PAW itu diwarnai suap yang akhirnya menjerat dua orang staf Hasto dan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Kalau tanda tangannya betul. Karena itu sudah dilakukan secara legal,” kata Hasto di Arena Rakernas PDIP, JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 12 Januari 2020.

Hasto juga menilai wajar bila dirinya yang seorang sekjen partai menandatangani surat KPU untuk pengajuan PAW anggota DPR. “Itu merupakan bagian dari kedaulatan partai politik,” kata Hasto.

Menurutnya, hal itu adalah legal sebab sudah memiliki payung hukum. Aturan yang dimaksudnya adalah PKPU yang menyebut PAW ditentukan oleh parpol. Aturan itu direstui oleh MA usai PDIP menggugatnya. Anehnya gugatan itu muncul tak lama berselang setelah Nazarudin wafat.

Ia menyatakan partai politik memiliki kedaulatan untuk mengajukan PAW dan tak ada yang salah dengan keputusan PDIP untum mengajukan Harun Masiku.

Namun, dia meluruskan rumor yang menyebut dirinya menandatangani surat PAW hingga tiga kali. Menurutnya hal itu tidaklah benar.

“Jadi keputusan hanya satu kali. Keputusan PAW diputuskan satu kali. Surat menyurat itu legal formalnya memang seperti itu,” tegasnya.

Pengajuan PAW Harun disampaikan ke KPU. Namun KPU menolaknya pada 7 Januari 2020. Sehingga PDIP menghormati keputusan itu. KPU masih bersikukuh menggunakan PKPU lama yang belum digugat di MA yang menyebut PAW berdasarkan urutan suara terbanyak.

Di luar itu, Hasto menyatakan tidak bertanggung jawab akan negosiasi lain di luar keputusan KPU.

“Itu di luar tanggung jawab PDI Perjuangan. Partai akan memberikan tindakan sesuai dengan instruksi ketua umum dan juga peraturan partai sebagaimana terus kami lakukan,” kata Hasto.

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here