Heboh Penemuan Babi Ngepet Di Depok, Setelah Ditangkap Tubuhnya Menyusut

0

Heboh Penemuan Babi Ngepet Di Depok, Setelah Ditangkap Tubuhnya MenyusutGaekon.com – Seekor babi yang ditemukan di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok hebohkan warga.

Banyak yang mengaitkan babi tersebut dengan hewan jadi-jadian ‘Babi Ngepet’. Salah seorang warga, Martalih mengatakan bahwa untuk menangkap babi yang ujug-ujug ada di kampung warga ini tak sembarangan.

Pasalnya, kampung mereka jauh dari habitat babi. Menurut penjelasan Martalih, penangkapan babi ngepet dilakukan dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dilakukan dengan cara telanjang dan dilakukan oleh sebanyak delapan orang.

Penangkapan yang dilakukan dengan cara tidak biasa itu diyakini menjadi salah satu syarat agar dapat menangkap babi ngepet.

“Memang dengan cara telanjang menangkapnya, karena itu syaratnya. Sebelumnya kami sempat menangkap dengan cara tidak telanjang tetapi gagal,” ujar Martalih.

Proses penangkapan tersebut dilakukan atas kesepakatan dan instruksi dari ustaz setempat. Awalnya, Mantan ketua RW tersebut melihat salah seorang yang menggunakan jubah warna hitam mendekati rumah warga dan melakukan ritual untuk berubah menjadi babi ngepet.

“Perubahannya sekitar satu jam lalu berubah menjadi babi ngepet,” ucap Martalih.

Saat pelaku berubah wujud menjadi babi ngepet, warga yang bersembunyi sambil telanjang kemudian mendapatkan instruksi dari ustaz yang berperan sebagai komando penangkapan untuk segera menangkap babi ngepet tersebut.

Tanpa menunggu lama, warga menangkap babi ngepet dan segera dimasukkan ke dalam kandang yang sudah disiapkan.

Setelah babi ngepet tertangkap, warga dibuat kaget melihat tubuh babi ngepet yang menyusut. Terlihat ada sebuah kalung yang melingkar pada tubuhnya, namun setelah tubuh menyusut, kalung tersebut terlepas dari tubuh babi ngepet.

“Saat tertangkap tubuh babi ngepet memiliki tinggi sekitar 50 sentimeter dan lebar 40 sentimeter. Namun setelah kalungnya terlepas tubuh babi ngepet memiliki tinggi 30 senti meter,” ucap Martalih.

Babi ngepet yang tertangkap itu diumumkan kepada warga, terutama yang merasa memiliki keluarga mengikuti pesugihan babi ngepet.

Namun jika tidak ada yang merasa anggota keluarganya hilang, maka babi tersebut akan dimusnahkan.

Warga berpikiran seperti itu bermula dari keresahannya, karena banyak uang mereka hilang. Teror babi ngepet ini sudah terjadi sejak tiga bulan lalu dan banyak warga yang kehilangan uang mulai dari Rp 900 ribu hingga Rp 2 juta.

D For GAEKON