Hendak Dipolisikan Soal Gibran, Ubedillah: Kita Tunggu, Jika Mereka Melaporkan Saya

0

Hendak Dipolisikan Soal Gibran, Ubedillah: Kita Tunggu, Jika Mereka Melaporkan SayaGaekon.com – Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun menanggapi pernyataan Relawan Jokowi Mania soal laporannya untuk dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Melansir dari CNN, sebelumnya, Relawan Jokowi Mania menduga laporan Ubedillah merupakan kabar bohong.

Menanggapi hal itu, Ubedillah mengatakan bahwa itu aneh. Pasalnya, dokumen laporan itu masih berada di KPK. Ia mempertanyakan bagaimana Relawan Jokowi Mania mengetahui dugaan laporan itu palsu.

“Itu aneh, dari mana mereka mengetahui bahwa itu laporan palsu sementara dokumen pelaporan dan lain-lain masih ada di KPK?” katanya.

Ubedillah menegaskan laporan yang pihaknya sampaikan ke KPK bukanlah laporan palsu. Ubed lantas menyatakan pihaknya masih menunggu apakah Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan membuat laporan palsu.

“Kita tunggu, jika mereka melaporkan saya dengan dasar saya membuat laporan palsu,yang kami sampaikan ke KPK bukan laporan palsu,” tegasnya.

Ubedilah Melaporkan Gibran Dan Kaesang Ke KPK Pada 10 Januari 2022

Ubedilah sebelumnya melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK atas kasus dugaan korupsi pada 10 Januari 2022 lalu.

Gibran dan Kaesang dituding memiliki relasi bisnis dengan anak petinggi PT SM, induk dari PT PMH yang terlibat kasus pembakaran hutan di tahun 2015.

Gibran menyatakan siap mengikuti proses hukum imbas laporan itu. Sementara Kaesang hingga berita ini diturunkan, belum bisa dimintai keterangannya.

Menanggapi hal ini, Pengacara Ketum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer, Bambang Sri Pujo berencana akan melaporkan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya pada Jumat (14/1).

Bambang menduga Ubedilah menyebarkan kabar bohong terkait laporannya ke KPK soal kasus dugaan korupsi dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

“Iya di Polda. Habis Salat Jumat. Kita juga liat ada unsur pidananya ini adalah penyebaran berita bohong. Kalau benar ya laporkan aja diam-diam kan bisa aja, bisa kok terungkap. Ini menurut kami Pansos,” kata Bambang.

D For GAEKON