Hilangkan Penat, Uang Suap Pengadaan Bansos Covid-19 Dipakai Untuk Karaoke

0

Hilangkan Penat, Uang Suap Pengadaan Bansos Covid-19 Dipakai Untuk KaraokeGaekon.com – Fakta baru terungkap, Tim Teknis Pengadaan Bansos Penanganan Covid-19 Robin Saputra mengaku pernah memakai uang suap pengadaan bansos Covid-19.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribunjateng, Hal ini diungkapkan Robin saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, pada Senin (3/5).

Robin mengaku pernah beberapa kali menghabiskan uang suap di Karaoke Raia, kawasan SCBD, Jakarta.

“Untuk karaoke itu ke Raia,” ucapnya.

Robin sering mengunjungi tempat karaoke itu bersama mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Sosial (PPK Kemensos) Matheus Joko Santoso dan sopirnya, Sanjaya.

Robin melihat beberapa kali salah satu vendor sembako Bansos Covid-19, Harry Van Sidabukke, berkaraoke bersama. Robin mengingat setidaknya lebih dari tiga kali mereka bertemu dalam satu ruangan.

“Seingat saya empat kali,” kata dia.

Robin mengaku sejumlah pegawai Kemensos terutama yang berkaitan dengan Tim Teknis sering berkaraoke di tempat tersebut. Namun ia tak mengetahui pasti, terkait siapa yang membayar tagihannya.

Robin juga menjelaskan bahwa tim teknis memang bekerja dari pagi hingga malam hari. Sehingga mereka berkaraoke untuk menghilangkan penat.

Dalam dakwaan jaksa, Robin juga diduga turut menerima uang senilai Rp200 juta. Namun ia mengeklaim uang tersebut akan diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena bagian dari gratifikasi.

Dalam persidangan ini, mantan PPK Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa menjadi perantara suap kepada mantan Mensos Juliari Peter Batubara.

Juliari diduga menerima suap senilai Rp32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020. Ia dinilai memotong Rp10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos.

Uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke senilai Rp1,28 miliar. Dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar, serta sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

D For GAEKON