Hina SBY Dan AHY, Oknum ASN Di Lamongan Dilaporkan Polisi

0

Hina SBY Dan AHY, Oknum ASN Di Lamongan Dilaporkan PolisiGaekon.com – Oknum ASN yang dianggap menghina mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono dilaporkan DPC Demokrat ke polisi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajatim, Oknum ASN berinisial FH tersebut merupakan ASN di Kabupaten Lamongan.

FH diduga secara terang-terangan melakukan penghinaan kepada AHY maupun SBY melalui media sosialnya. FH menuliskan di facebook pribadinya bahwa AHY selama ini selalu berhalu.

“Saya sangat prihatin melihat anak ini, selalu memframing dirinya jadi pemimpin yg terlihat bersahaja, baru kali ini saya melihat ada KAKAK PEMBINA pakai Tongkat Komando, dlm Islam bisa dikategorikan dia tdk bisa menerima QODARULLAH…, Selalu BERHALU.” Tulisnya.

“Mungkin ini KARMA dari Bapaknya yg memporak porandakan negeri ini,…selama 10 tahun…” tambahnya.

Menanggapi postingan itu, sejumlah pengurus dari DPC Demokrat Lamongan langsung mengakhirinya ke Mapolres setempat pada Selasa (24/8). Ketua Fraksi Demokrat Lamongan Sugeng Santoso mengatakan, postingan yang bersangkutan sangat menyakiti hati para kader Demokrat.

Padahal, sebelumnya, pelaku sudah diperingatkan agar tidak memposting bernada melecehkan. Namun peringatan itu sepertinya diindahkan.

“Jadi tulisan yang dibuat oleh pemilik akun Facebook FH ini kami anggap dapat memperpecah kesatuan anak bangsa,” katanya.

Pelapor Minta Oknum ASN Diperiksa Terkait Posisinya Sebagai ASN

Tak hanya ke polisi, oknum ASN ini juga dilaporkan ke pihak inspektorat Lamongan. Mereka meminta agar FH diperiksa terkait posisinya sebagai ASN.

“Tentunya kami sayangkan postingan yang dibuat, boleh melakukan kritikan tapi ada tempatnya dan tidak harus menghina keluarga bapak SBY ini,” bebernya.

Kuasa hukum Partai Demokrat, Ahmad Umar Buwang mengatakan bahwa postingan terlapor dianggap menyiarkan berita atau pemberitaan bohong. Ia dinilai telah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Ia bisa saja terjerat hukuman penjara maksimal 10 tahun.

D For GAEKON