Hipotermia, 3 Pendaki Di Gunung Bawakaraeng Gowa Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

0

Hipotermia, 3 Pendaki Di Gunung Bawakaraeng Gowa Meninggal Dunia, Begini KronologinyaGaekon.com – Tiga pendaki di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan meninggal dunia karena hipotermia. Mereka mendaki gunung tersebut dalam rangka merayakan HUT RI Ke 76.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kapolsek Tinggi Moncong Gowa, Iptu Hasan Fadlyh, mengatakan ketiga korban berasal dari rombongan yang sama.

Namun ketiganya terpisah saat turun dari gunung tersebut. Mereka adalah Steven (21), mahasiswa PNUP Makassar, Zainal (21) dan Muh Rian (20).

Dua korban telah dievakuasi ke Puskesmas. Sementara satu korban, Rian, masih dalam pencarian. Hasan menerangkan bahwa mereka meninggal di tiga lokasi berbeda di Gunung Bawakaraeng.

“Mereka meninggal di tiga lokasi berbeda di Gunung Bawakaraeng. Steven ditemukan meninggal di pos 7, Zainal di pos 6. Sementara Rian, masih dilakukan pencarian tim SAR di antara Pos 6 dan ke 5 di arah Bulubalea,” kata Hasan.

Kronologi Pendaki Gunung Menerobos Penyekatan

Kejadian ini bermula pada Sabtu (14/8) sekitar pukul 22.00 WITA, rombongan 8 orang itu tiba di Malino. Mereka terjaring Pos Penyekatan di Lemo Lemo Patapang.

Akhirnya mereka membatalkan perjalanan dan pergi beristirahat di Masjid Nurul Hidayah Malino. Pada Minggu (15/8) sekitar pukul 02.30 WITA, salah satu rekan korban menelepon mereka ke Lembanna dengan alasan penyekatan tidak ada.

Pukul 03.00 WITA, 8 pemuda kemudian langsung bergegas menuju Lembanna dengan menerobos pos penyekatan. Pukul 09.00 WITA mereka akhirnya naik ke gunung dan bermalam.

Sejak Senin (16/8) hingga Selasa (17/8) kondisi cuaca berangin disertai hujan. Karena tak memiliki bahan makanan dan alat penerangan, mereka langsung meninggalkan puncak.

Saat berada di pos 7 hingga 8 mereka masih bersama. Namun karena kedinginan, mereka akhirnya terpisah. Pada Rabu (18/8) sore, Tim SAR menemukan Steven di Pos 7 dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Setelah itu, Tim SAR mendapatkan informasi dari rekan korban bernama Wahyudi, bahwa Muh Rian meninggal di antara pos 6 ke pos 5. Saat berada di Pos 7 ke 6 Tim SAR menemukan Zainal lalu dievakuasi ke Puskesmas.

Namun, saat di Puskesmas jenazah diperlihatkan kepada Wahyudi ternyata jenazah tersebut bukan Muh Rian, akan tetapi bernama Zainal. Hingga Rabu (18/8) sekitar pukul 19.30 WITA Jasad Muh Rian belum ditemukan.

Kapolsek Tinggi Moncong berkoordinasi dengan Basarnas dan pecinta alam di Lembanna, lalu mereka kembali naik ke gunung melakukan penyisiran di antara pos 6 ke 5 bersama rekan korban Suardi.

D For GAEKON