Hong Kong Kembali Membara, Ribuan Demonstran Ditembak

0
Hong Kong Kembali Membara, Ribuan Demonstran Ditembak

Gaekon.com – Situasi di Hong Kong kembali memanas oleh gelombang demonstrasi karena masyarakat menolak rencana China secara langsung memberlakukan undang-undang keamanan nasional di kota tersebut.

Ini adalah demonstrasi besar pertama di tahun 2020, setelah sebelumnya tak ada aksi demo yang dilakukan di Hong Kong terkait pandemi virus Corona, setelah tahun lalu, salah satu pusat keuangan Asia ini juga diguncang oleh aksi demonstrasi.

Kali ini pembubaran demonstasi di lakukan polisi di area perbelanjaan yang ramai di Causeway Bay, seperti yang dikutip GAEKON dari Reuters. Polisi Hong Kong sampai harus menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan ribuan orang demonstran karena tak mengindahkan pembatasan sosial untuk menghindari penyebaran virus corona (covid-19).

Dalam demonstrasi tersebut, teriakan “Kemerdekaan Hong Kong, Satu-satunya Jalan Keluar (Hong Kong independence, the only way out),” terus berkumandang, demikian pula slogan-slogan lain disuarakan demonstran sepanjang jalan.

Menjelang Minggu malam (24/5) yang lalu, situasi semakin panas antara polisi dan demonstran di distrik bar dan kehidupan malam Wan Chai di dekat jantung kawasan bisnis. Protes pertama telah dilakukan sejak Beijing mengusulkan undang-undang baru tersebut terjadi pada Kamis (22/5) namun sempat mereda pada saat itu.

Bentrokan antara polisi dan demonstran ini bakal menjadi tantangan baru bagi otoritas Beijing karena berjuang untuk menjinakkan oposisi publik terhadap pengetatan cengkeramannya atas kota.

Demonstrasi tersebut didasari kekhawatiran akan nasib formula “satu negara, dua sistem” yang telah berjalan di Hong Kong sejak kembalinya bekas jajahan Inggris ke pemerintahan China pada tahun 1997. Pengaturan tersebut menjamin kebebasan luas kota yang tidak terlihat di daratan, termasuk pers bebas dan peradilan independen.

Kantor Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong merespon aksi ini dengan mengatakan, beberapa protes pro-demokrasi tahun lalu adalah “sifat alami teroris” dan “pembuat onar“.

Keterangan itu disampaikan pada Senin (25/5), seraya menambahkan bahwa demonstran Hong Kong yang menggandeng pasukan asing akan menimbulkan “peluang bahaya” pada keamanan nasional.

Xie Feng, komisioner Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong mengatakan, UU Keamanan Nasional menangani pemisahan diri, subversi, campur tangan asing, dan terorisme. Dikatakannya ini hanya akan memengaruhi sejumlah kecil penduduk sedangkan sisanya “tidak perlu panik sama sekali.”

“Undang-undang itu akan meredakan kekhawatiran besar di kalangan komunitas bisnis lokal dan asing, tentang kekerasan dan teroris,” ucap Xie seperti yang dikutip GAEKON dari Reuters.

W For GAEKON