Jatim – Kapolres Lamongan AKBP Harun saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Peringatan Hari Pers Nasional bersama insan pers Lamongan yang berlangsung di Gedung SKJ Polres Lamongan, Senin (10/2), mengatakan bahwa penyebaran berita hoax harus bisa diperangi oleh semua pihak, termasuk insan pers. Pers harus mampu mewujudkan kehidupan pers yang merdeka, profesional, bermartabat, dan beradab. “Melalui momentum ini, jadikan media yang bisa mencerdaskan anak bangsa dan berupaya menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” kata Harun dalam sambutannya.

Harun menyebutkan pers harus dapat melaksanakan tugas kontrol, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan publik. Pers, juga harus mampu berperan membangkitkan kesadaran nasional masyarakat untuk memberikan informasi teraktual ke tengah masyarakat. “Lebih dari itu, insan pers juga diharapkan dapat memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi yang tepat, akurat, dan benar,” ujar Harun.

Lebih lanjut, Harun menjelaskan bahwa institusi kepolisian merasa sangat terbantu dengan hadirnya media di sekelilingnya dan itu dianggap penting, karena sangat mempengaruhi persepsi publik. Kepolisian bisa menyampaikan pencapaian Polri dan memberikan imbauan kepada masyarakat melalui media dalam situasi dan kondisi tertentu. “Mudah-mudahan melalui harapan ini Pers Nasional semakin terus berjaya dan meneruskan kiprah dan perannya sebagai media yang mendukung informasi yang benar,” harapnya.

Ajakan Kapolres Lamongan tersebut diamini oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan, Bachtiar Febrianto. Dia juga menambahkan, wartawan dan Polri adalah 2 lembaga profesi yang sama-sama saling membutuhkan. “Mari kita pererat tali silaturrahmi dan sinergitas yang sudah terjalin selama ini, dan semoga kemitraan kita kedepannya semakin erat dan solid”, pungkasnya.

Sementara itu, peringatan ke-74 Hari Pers Nasional di Banyuwangi diperingati dengan khidmat oleh para insan pers. Pemkab Banyuwangi meminta kepada seluruh elemen media untuk menyuguhkan berita berimbang, berbobot dan mencerdaskan. Selain itu, perkembangan zaman dan teknologi juga diperlukan dalam menunjang kinerja yang baik bagi insan pers.

Diikuti oleh puluhan wartawan, acara digelar di Lorong Bambu, sebuah lokasi ikonik di pusat kota Banyuwangi. Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin dan Kadis Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso juga tampak hadir di sana.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan pers berperan penting dalam kehidupan bangsa ini. Baginya, pers berperan penting dalam hal memberikan informasi kepada publik. Menurutnya di Banyuwangi, pers berhasil melakukan perannya dengan baik karena memegang tiga hal. Yakni koordinasi, kolaborasi, dan komunikasi.

“Tiga hal ini dipegang baik oleh pers di Banyuwangi. Komunikasi dan koordinasi dilakukan dengan baik. Kolaborasi juga senantuasa dilakukan dengan baik pula. Semoga ke depan tetap menjadi komitmen baik,” kata Kombespol Arman kepada GAEKON, Senin (10/2).

Arman juga mengajak insan pers untuk mulai berpikir perubahan ke depan, karena saat ini, sudah banyak negara yang telah melampaui era teknologi 4.0. , contohnya negara Jepang. “Jepang bahkan mulai menuju 8.0. Tidak hanya bicara tentang teknologi, tapi dalam melakukan perubahan mentalitas dan karakter positif menjadi hal penting. Saya berharap ini juga dipegang oleh pers di Banyuwangi,” ajak Arman.

Sementara itu, Kadis Kominfo Budi Santoso menambahkan bahwa peringatan hari pers ini menjadi momentum bagi pers. Selain untuk menghadirkan berita penyeimbang, pers juga memegang kode etik jurnalistik serta memiliki tanggung jawab dalam pemberitaannya. “Kami berharap pers selain menjadi penyeimbang, juga berperan sebagai media edukasi bagi publik. Dan saya rasa, pers di Banyuwangi sudah berperan sebagai media edukasi bagi rakyat,” kata Budi.

W For GAEKON

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here