Surabaya – Hujan disertai angin kencang yang terjadi di Surabaya pada Senin (11/2) sore, merusak 16 rumah dan sebuah SMP di Surabaya. Rumah dan sekolah itu terletak di tiga wilayah seputaran Kelurahan Gununganyar, rata-rata mengalami kerusakan di bagian atapnya.

Data yang dihimpun GAEKON dari BPB Linmas Surabaya, rumah yang terdampak di tiga lokasi itu terdapat di Jalan Gununganyar Tengah V Dalam sebanyak 9 rumah, Jalan Gununganyar Lor III sebanyak 4 rumah. Dan terakhir di Jalan Gununganyar Tengah I sebanyak 3 rumah. Rata-rata mengalami kerusakan pada atap dan jendela.

Salah satu warga Achmad Arifin (30) yang rumahnya terdampak ketika ditemui GAEKON mengatakan, usai sejumlah rumah diterjang hujan dan angin, Pemkot Surabaya langsung turun tangan mendata serta memberikan bantuan sementara. Bantuan berupa terpal plastik untuk menutup atap yang rusak.

“Pukul 18.00 WIB tadi sudah diberi terpal semua rumah yang rusak atapnya. Infonya besok akan diberi bantuan lagi berupa material sesuai kerusakan masing-masing rumah warga,” kata Arifin kepada GAEKON di lokasi, Senin (10/2). Tak ingin perabot rumah mereka basah, warga yang terdampak langsung memasang terpal plastik bantuan Pemkot Surabaya tersebut.

Hujan disertai angin juga menimpa warga yang sedang bekerja atas nama Syamsul (40). Korban tertimpa di bagian kaki dan sudah mendapat perawatan di puskesmas setempat. “Tadi infonya kakinya sobek tertimpa asbes saat angin turun tadi. Sudah tadi dibawa ke puskesmas dan sudah dijahit,” tandas Arifin.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan disertai angin kencang melanda Surabaya pada Senin (10/2) sore. Hal ini mengakibatkan jendela SMP Al Islah dan beberapa teras rumah warga di Jalan Gunung Anyar Lor RW 2 copot dan terbang.

Salah seorang warga sekaligus saksi mata Ikem (42) menuturkan kejadian sekitar pukul 16.00 WIB. Sesaat sebelum hujan turun, angin terlihat berputar-putar di atas rumah warga dan sekolah. “10 menit sebelum hujan itu ada angin muter-muter dan menerjang teras dan asbes rumah warga, Termasuk itu jendela sekolah (SMP Al Islah) copot dan berjatuhan dari atas lantai 2 dan 3,”katanya.

Beruntung, saat angin menerjang, seluruh siswa sudah pulang. Jendela yang copot dan terbang juga tidak sampai menimpa ke pemukiman warga. “Untungnya nggak ada siswa. Sudah pulang semua. Tapi biasanya sore itu ada siswa yang latihan rebana di dalam sekolah,” tutur Ikem.

Dia menambahkan, selain menerbangkan jendela sekolah, beberapa teras rumah warga yang ada tepat di belakang sekolah juga kena angin. Saking kuatnya angin, sehingga menerbangkan asbes dan teras rumah warga. “Itu di belakang kena semua yang parah itu rumahnya Pak Widodo. Atapnya asbes terbang dan jatuh. Sekarang ditutup dengan terpal sementara,” ujar Ikem.

“Segera dicopot dan dievakuasi agar tidak jatuh ke pemukiman warga. Ini kita masih nunggu mobil damkar dan petugas,” kata Kabid Darlog Yusuf Masruh. “Sejauh ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang parah,” tandas Yusuf.

W For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here