Hukuman Mati Tak Efektif, Eks Ketua KPK, Agus: Edhy Dan Jualiari Pantas Dimiskinkan

0

Hukuman Mati Tak Efektif, Eks Ketua KPK, Agus: Edhy Dan Jualiari Pantas DimiskinkanGaekon.com – Dari pada hukuman mati, Indonesia bisa meniru hukuman yang diterapkan Singapura, yakni memiskinkan koruptor. Hal ini dikatakan oleh Mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Menurut Agus, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan eks Menteri Sosial, Jualiari Batubara pantas dimiskinkan, bahkan tidak boleh mempunyai rekening bank dan usaha.

“Jadi dimiskinkan dulu. Harta yang dinikmati mereka dirampas semua. Bahkan kan kalau TPPU kan sampai menelusuri semua. Nah setelah itu setelah kerugian negara juga dituntut,” ujar Agus.

Dalam diskusi virtual ‘Saat Kapolsek Yuni Pesta Sabu dan Eks Menteri Korupsi’ itu Agus juga mengatakan bahwa para koruptor seharusnya tidak boleh mempunyai rekening bank.

“Kemudian akses dia seperti bukan manusia lagi, sampai punya rekening bank saja enggak boleh, usaha enggak boleh,” ucapnya.

Agus menilai hukuman memiskinkan koruptor jauh lebih efektif dalam memberikan efek jera. Meskipun desakan hukuman mati terhadap Edhy dan Juliari memang wajar.

“Kalau saya terus terang, tepat apa yang dilakukan oleh Singapura, hukumannya untuk koruptor itu bukan mati, tapi eksistensi sosialnya yang dimatikan dari berbagai segi kehidupan. Sampai punya rekening saja enggak boleh, punya usaha enggak boleh,” terang agus.

Hukuman mati menurut Agus kurang efektif dalam memberikan efek jera, berkaca pada kasus terorisme. Ia mengusulkan lebih baik kedua eks menteri Jokowi tersebut dimiskinkan karena korupsi saat pandemi corona.

“Saya ragu-ragunya efek di koruptor ini, mereka kan rata-rata kelompok menengah ke atas, paling tidak pejabat negeri kalaupun pengusaha, ya, pengusaha yang cukup lumayan. Mereka kan melakukan korupsinya tidak berdasarkan ideologi. Mungkin efektif loh mungkin. Karena di satu sisi mereka dasarnya bukan ideologi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej, menilai Juliari dan Edhy layak dituntut hukuman mati. Diketahui Edhy terlibat kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster, sedangkan Juliari terjerat kasus dugaan suap bansos Covid-19.

D For GAEKON