Ilmuwan Kembangkan Perangkat Deteksi Virus Corona Pada Air Limbah

0

Corona Virus Disease (Covid-19) masih terus membuat orang berinovasi untuk mendeteksi hingga mencegah penularan. Peneliti dari Cranfield University di Inggris mengembangkan perangkat berbasis kertas untuk mendeteksi keberadaan virus corona pada air limbah.

Melansir dari Science Alert, seorang Insinyur biomedis dari Cranfield University, Zhugen Yang mengusulkan mekanisme pengujian virus corona yang potensial diklaim lebih cepat, terjangkau, dan akurat.

“Perangkat ini murah, harganya kurang dari £1 [US$1.24] dan akan mudah digunakan untuk non-ahli setelah perbaikan lebih lanjut,” ujar Zhugen.

Pengembangan perangkat tersebut diterangkan oleh bagian dari penelitian pada bidang waste water-based epidemiology (WBE).

Seperti yang dikutip GAEKON dari CNN, Zhugen juga mengatakan perangkat kertas tersebut dikembangkan untuk menguji materi genetik dalam air limbah untuk membuktikan konsep dan menguji adaptasi infeksi virus. Ia memperkirakan perangkat akan dapat menawarkan gambaran lengkap dan langsung tentang kesehatan populasi.

Walaupun memiliki keterbatasan dalam mengekstrapolasi hasil ke sampel yang lebih luas, penelitian tersebut memiliki banyak keuntungan non-invasif kerana dapat mengumpulkan data mendekati waktu nyata dan hampir akurat.

Zhugen juga mengatakan perangkat yang diusulkan tersebut bekerja dengan cara dilipat dan dibuka agar asam nukleat patogen dari air limbah tersaring. Cara kerjanya, bahan kimia yang sudah ditambahkan ke kertas nantinya akan mendeteksi apakah ada asam nukleat yang berasal dari Covid-19.

Untuk membedakan hasilnya, ada dua warna yang akan muncul, yakni lingkaran hijau jika Covid-19 terdeteksi dan lingkaran biru jika tidak terdeteksi. Perangkat kertas tersebut juga mudah ditumpuk, disimpan, diangkut, dan dapat dibakar setelah digunakan.

Berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 terdapat pada urine dan feses, serta dapat bertahan selama beberapa hari di luar organisme hidup.

Dari penelitian tersebut, peneliti yakin bahwa uji air limbah dapat bekerja dengan perangkat yang dikembangkan. Untuk saat ini, perangkat masih merupakan sebuah konsep dan belum dipraktikkan.

“Dalam kasus infeksi tanpa gejala di masyarakat atau ketika orang tidak yakin apakah mereka terinfeksi atau tidak, deteksi limbah masyarakat real-time melalui perangkat analitik kertas dapat  menentukan apakah ada pembawa Covid-19 di suatu daerah untuk memungkinkan penyaringan, karantina, dan pencegahan yang cepat,” kata Zhugen.

Melansir dari Science Daily, pendekatan epidemiologi berbasis air limbah (WBE) dapat memberikan cara yang efektif dan cepat untuk memprediksi potensi penyebaran Covid-19. Pendekatan tersebut mengambil biomarker dalam feses dan urin dari pembawa penyakit yang memasuki jalur pembuangan limbah.

Pengujian cepat menggunakan perangkat berbasis kertas dapat digunakan di lokasi seperti pabrik pengolahan air limbah. Hal ini untuk melacak sumber dan menentukan apakah ada pembawa Covid-19 potensial di daerah setempat.

“Jika Covid-19 dapat dipantau di sebuah komunitas pada tahap awal melalui WBE, intervensi yang efektif dapat dilakukan sedini mungkin untuk membatasi pergerakan populasi lokal itu, meminimalkan penyebaran patogen, dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat,” tambah Zhugen.

WBE dinilai sudah dikenal sebagai cara yang efektif untuk melacak obat-obatan terlarang dan mendapatkan informasi tentang kesehatan, penyakit, dan patogen.

Zhugen juga telah mengembangkan perangkat berbasis kertas serupa untuk berhasil melakukan tes untuk diagnosis veteriner cepat di India dan malaria dalam darah di antara populasi pedesaan di Uganda.

KL For GAEKON