Ilmuwan Temukan Leluhur Manusia Yang Sudah Berusia 800 Ribu Tahun, Lebih Tua Dari Homo Sapiens!

0

Manusia ternyata memiliki kerabat yang berusia jauh lebih tua daripada leluhur manusia saat ini. Fakta tersebut diungkap dalam sebuah penelitian yang telah menemukan Homo antecessor. Leluhur manusia ini diketahui sudah berusia 800 ribu tahun.

Homo antecessor ini merupakan temuan dari para ilmuwan dari University of Copenhagen (Denmark) yang bekerja sama dengan CENIEH (Pusat Penelitian Nasional untuk Evolusi Manusia) di Burgos, Spanyol.

Usia Homo antecessor diketahui sudah ratusan ribu tahun ini dari mengekstraksi data genetika fosil manusia tertua tersebut. Memang sekitar 300 ribu tahun lalu spesies manusia atau Homo sapiens muncul di Afrika.

Namun jauh sebelumnya, banyak kerabat dekat manusia yang sudah muncul terlebih dahulu di Bumi. Mereka adalah sepupu dekat Homo sapiens, Neadhertal hingga kerabat dekat Neanderthal, Denisovan.

Homo antecessor ditempatkan di pohon silsilah keluarga manusia yang berasal dari gua Gran Dolina di Spanyol bagian utara. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini menjelaskan bahwa sekitar 9 sampai 7 juta tahun yang lalu garis keturunan manusia dan simpanse berpisah satu sama lain

Hubungan evolusi spesies manusia dengan spesies lain yang sudah punah di garis keturunan manusia Masih menjadi teka-teka bagi para ilmuwan. Penelitian baru mengkonfirmasi bahwa fitur wajah Homo antecessor sangat mirip dengan Homo sapiens dan sangat berbeda dari Neanderthal dan Denisovan.

Penemu fosil Homo antecessor, José María Bermúdez de Castro mengaku senang dengan bukti yang telah diberikan oleh penelitian tersebut bahwa Homo antecessor ada kaitannya dengan Homo sapiens.

“Saya senang bahwa penelitian protein memberikan bukti bahwa spesies Homo antecessor mungkin terkait erat dengan leluhur terakhir Homo sapiens, Neanderthal, dan Denisovans,” kata José María seperti yang dikutip dari CNN.

 Berbeda dengan genus Homo lainnya, seperti Homo Erectus, Homo antecessor lebih primitif dan memiliki gigi yang besar. Meskipun demikian, bentuk wajah Homo antecessor sangat mirip dengan manusia moderen.

Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teknik spektrometri massa. Dalam hal ini protein purba dari enamel gigi diurutkan untuk menentukan posisi Homo antecessor di pohon keluarga manusia.

Metode ini termasuk metode molekuler baru yang dikembangkan oleh para peneliti di Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran, University of Copenhagen. Daripada menggunakan sampel DNA, metode molekuler ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengambil bukti molekuler guna merekonstruksi secara akurat evolusi manusia dari masa lalu.

Menurut peneliti sampel protein dinilai lebih berumur panjang dari DNA. Ahli genetika dari University of Copenhagen, Enrico Cappellini juga mengatakan DNA hanya dapat bertahan di tulang fosil hingga sekitar 500 ribu tahun.

Urutan molekul peptida dari tujuh protein dalam enamel gigi kuno Homo antecessor ini kemudian diidentifikasi oleh Cappellini. Semua protein yang ditemukan di enamel gigi, termasuk peptida khusus untuk kromosom Y yang menandai individu sebagai laki-laki.

Para peneliti kemudian membandingkan urutan protein ini dengan yang setara pada manusia moderen, kera hidup lainnya, Neanderthal, dan Denisovans. Protein tersebut menunjukkan bahwa Homo antecessor adalah kerabat dekat dari leluhur terakhir manusia, yaitu Neanderthal dan Denisovan.

KL For GAEKON