Imbas Corona Pabrik Pajero Ditutup Nasib Pegawai Bagaimana?

0

Gaekon.com – Salah satu sektor yang terdampak paling parah karena pandemi virus corona (COVID-19) adalah sektor Otomotif. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyaknya perusahaan yang melakukan perampingan bisnisnya. Akhirnya, terpaksa sejumlah perusahaan mau tidak mau harus melakukan pengurangan karyawan maupun bahkan ada yang menutup pabriknya.

Bahkan secara tidak terduga, baru-baru ini perusahaan otomotif besar, Mitsubishi Motors Corporation, mengumumkan penutupan pabriknya. Pada Senin lalu (27/7/2020), perusahaan asal Jepang itu mengumumkan penutupan pabrik Pajero mereka di Kota Sakahogi, Prefektur Gifu, Jepang.

Melalui kesepakatan yang diambil selama rapat dewan direksi Mitsubishi Motors Corporation penutupan tersebut dilakukan sekaligus memutuskan untuk menghentikan produksi di dalam negeri terhadap anak usaha Pajero Manufacturing Co., Ltd. Kabarnya, pada paruh pertama tahun depan, penghentian produksi akan berlangsung.

Salah satu alasan penutupan adalah makin lesunya permintaan Pajero baik di Jepang maupun di luar negeri. Keputusan juga diambil untuk menyesuaikan dengan kapasitas produksi yang tepat sesuai dengan rencana jangka menengah Mitsubishi. Perusahaan mengatakan, alat produksi di pabrik Pajero akan dialihkan ke Mitsubishi Motors Corporation di Okazaki.

Tidak hanya Mitsubishi saja, sejumlah pabrikan otomotif lainnya seperti Nissan Motor Co. Ltd, juga mengambil langkah yang sama. Hal itu dilakukan demi keberlanjutan bisnis perseroan. Seperti yang diketahui sebelumnya, pada Mei lalu, perusahaan tersebut mengambil langkah dalam rencana yang meliputi rasionalisasi biaya dan optimalisasi bisnis. Salah satu dari bentuk langkah rasionalisasi perseroan dilakukan dengan cara menutup fasilitas manufaktur yang berada di Indonesia. Sehingga pihak perusahaan hanya berkonsentrasi pada pabrik Thailand sebagai basis produksi tunggal di ASEAN.

“Rencana transformasi kami bertujuan untuk memastikan stabilitas pertumbuhan alih-alih ekspansi penjualan yang berlebihan. Kami sekarang akan berkonsentrasi pada kompetensi inti kami dan meningkatkan kualitas bisnis kami sambil mempertahankan disiplin fiskal dan fokus pada pendapatan bersih per unit untuk mencapai profitabilitas. Ini bertepatan dengan restorasi budaya yang didefinisikan “Nissan-ness” untuk era baru,” ujar CEO Nissan Makoto Uchida dikutip dari laman resmi Nissan Motor Corporation, Jumat (29/5/2020) lalu.

Sementara itu, menurut Head of Communications PT Nissan Motor Indonesia Hana Maharani mengatakan, Nissan Motor Indonesia sudah mengumumkan penghentian produksi kendaraan di Indonesia pada Maret lalu. Hana mengatakan, hal tersebut merupakan bagian dari rencana optimisasi yang mencakup right sizing, optimasi produksi hingga reorganisasi operasi bisnis.

“Pengumuman kemarin (oleh CEO Nissan Motor Corporation Makoto Uchida) adalah closure of manufacturing facility,” kata Hana, beberapa waktu lalu.

Sedangkan Mitsubishi berbeda dengan Nissan, pabrik Pajero di Indonesia tidak ditutup oleh pihak Mitsubishi. Dalam pernyataan Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Naoya Nakamura, pada Rabu (29/7/2020) lalu, dirinya menjelaskan soal penutupan Pabrik Pajero yang di Jepang.

Naoya Nakamura mengatakan, sejatinya pabrik tersebut berbeda dengan pabrik yang memproduksi Pajero Sport di Indonesia dan negara lainnya. Untuk pabrik Pajero yang berada di Kota Sakahogi, Prefektur Gifu, dirinya mengatakan hanya khusus untuk memproduksi Pajero dan Delica D5.

“Pajero dan Pajero Sport adalah produk yang berbeda. Sehingga konsumen Indonesia yang memiliki Pajero Sport tidak perlu khawatir dengan pemberitaan tersebut,” tegas Nakamura.

Z For GAEKON