Indonesia Peringkat Ke-7 Negara Dengan Utang LN Terbesar Sedunia

0

Indonesia Peringkat Ke-7 Negara Dengan Utang LN Terbesar SeduniaGaekon.com – Rupanya NKRI belum sepenuhnya dikatakan merdeka dan berdaulat. Sejak merdeka hingga negeri yang konon katanya kaya ini selalu terjerat utang luar negeri. Data terbaru mempelihatkan bahwa Indonesia masuk top 10 negara dengan utang luar negeri terbesar sedunia.

Data itu dilansir oleh Bank Dunia. Data utang luar negeri itu dihimpun dari 120 negara-negara dengan berpendapatan rendah hingga sedang dalam International Debt Statistics (IDS) 2021. Dalam laporan yang dikeluarkan pada Rabu (14/10/2020), Bank Dunia merilis total utang luar negeri negara-negara pada 2009, 2015, 2016, 2017, dan data terbaru adalah utang luar negeri 2019.

Indonesia, tercatat menjadi negara dengan utang luar negeri tertinggi ke-7 dalam data itu. Tercatat, utang luar negeri Indonesia pada 2019 sebesar 402,08 miliar dollar Amerika Serikat. Jika dikalikan dengan kurs rupiah pada Rabu (14/1/2020) pukul 13.20 WIB (Rp 14.749) besaran utang Indonesia 2019 sekitar Rp 5.930 triliun.

Berdasarkan laporan tersebut, berikut ini 10 negara berpendapatan rendah hingga menengah dengan besar utang luar negeri tertinggi:

1. China: 2,1 triliun dollar AS
2. Brasil: 569,39 miliar dollar AS
3. India: 560,03 miliar dollar AS
4. Rusia: 490,72 miliar dollar AS
5. Meksiko: 469,72 miliar dollar AS
6. Turki: 440,78 miliar dollar AS
7. Indonesia: 402,08 miliar dollar AS
8. Argentina: 279,30 miliar dollar AS
9. Afrika Selatan: 188,10 miliar dollar AS
10. Thailand: 180,23 miliar dollar AS

Kembali ke Indonesia, utang luar negeri yang tercatat pada 2019 ini diketahui meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2015, utang asing Indonesia sebesar 307,74 miliar dollar AS, 2016 sebesar 318,94 miliar dollar AS, 2017 sebesar 353,56 miliar dollar AS, dan pada 2018 sebanyak 379,58 miliar dollar AS.

Jika mundur 10 tahun ke belakang, yakni 2009, utang luar negeri Indonesia pada 2019 terhitung naik sebanyak 222,67 miliar dollar AS, dari 179,40 miliar dollar AS menjadi 402,08 miliar dollar AS. Namun, peningkatan jumlah utang ini memang diikuti dengan peningkatan Pendapatan Nasional Bruto (PNB).

K For GAEKON