Ini 3 Gejala Baru Positif Covid-19

0

Ini 3 Gejala Baru Positif Covid-19Gaekon.com – Gejala Covid-19 saat ini tidak lagi hanya sekadar demam, batuk, dan sesak napas. Penelitian mengenai gejala Corona terbaru mungkin belum dipahami banyak orang saat ini.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Organisasi Kesehatan Dunia beserta para ilmuwan terus meneliti tentang Covid-19. Ada 3 gejala Covid-19 terbaru yang mungkin belum dipahami banyak orang. Gejala itu diantaranya:

  1. Sakit Mata

Sama sekali tak ada hubungannya dengan saluran pernafasan, sakit mata ternyata menjadi salah satu gejala Covid-19. Sakit mata masuk ke dalam daftar gejala corona yang telah dirilis WHO.

Berdasarkan hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan di BMJ Open Ophthalmology, gejala terbaru Corona dan signifikan dari pasien corona adalah sakit mata.

Sakit mata yang dirasakan penderita corona terbagi menjadi tiga, yaitu fotofobia (18 persen), sakit mata (16 persen) serta mata gatal (17 persen).

Sejauh ini, penelitian mengenai penyebab sakit mata sebagai gejala corona masih terus diperdalam keabsahannya. Rata-rata, permasalahan sakit mata pada pasien corona akan berlangsung selama kurang dari dua minggu.

  1. Parosmia

Sekitar 86 persen orang yang terinfeksi Covid-19 kehilangan indera penciumannya seperti ketika hidung tersumbat.

Para ahli mengatakan, kondisi parosmia tidak akan permanen dan bisa pulih dengan beberapa bantuan pemancing seperti menggunakan minyak esensial atau suplemen tertentu dari dokter.

Sejauh ini, penyebab parosmia pada pasien corona memang belum diketahui secara medis, namun tahap penelitian masih berlangsung.

  1. Delirium

Delirium ini menyerang mental penderitanya sehingga mengalami kebingungan disertai kondisi agak linglung. Menurut Javier Correa, peneliti dari University of Catalonia, kondisi delirium tidak hanya mengganggu mental, tapi juga bisa ke saraf pusat yaitu otak.

Tiga kemungkinan penyebab delirium, yaitu kurangnya pasokan oksigen ke otak, peradangan jaringan otak, atau virus memiliki kemampuan mengalir di dalam darah yang menuju otak.

Secara umum, delirium ini dialami oleh pasien corona dengan kelompok lanjut usia (lansia), dan gejalanya berkaitan dengan neurologis.

D For GAEKON