Terjerat Kasus Investasi Bodong, Anak Nia Daniaty Kembali Dipolisikan

0

Terjerat Kasus Investasi Bodong, Anak Nia Daniaty Kembali DipolisikanGaekon.com – Kasus CPNS anak Nia Daniaty, Olivia Nathania yang masih tercium kini disusul dengan kasus dugaan penipuan dan penggelapan Investasi.

Melansir dari CNN, kasus tersebut dilaporkan oleh Merina Shanti. Ia melaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi pulsa dan layanan internet fiber optic oleh Olivia pada September kemarin.

Kuasa Hukum Pelapor Herdyan Saksono menerangkan bahwa kliennya sempat dikontak oleh Olivia soal peluang investasi tersebut.

“Klien saya dikontak sama dia. Dia bilang ada peluang investasi di bidang pulsa dan layanan internet fiber optic, dan ada juga pulsa buat (gim) Mobile Legend,” ujarnya.

Karena rayuan itu, kliennya kemudian terbujuk. Ia bahkan diiming-imingi pelaku akan mendapatkan penghasilan 100 persen dari modal awal.

Tak berhenti disitu, Olivia kemudian meminta kliennya untuk mengajak orang lain ikut dalam investasi bodong berkedok layanan internet tersebut.

“Katanya bisa ikut, tetapi kalau kirim (uang) rekeningnya harus lewat rekening klien saya. Akhirnya uang dikumpulin untuk kirim ke Olivia,” jelasnya.

Namun, Herdyan mengatakan kliennya beserta korban lainnya tidak kunjung mendapatkan hasil investasi dari uang yang sudah diberikan kepada pelaku.

“Korban ada sekitar 40 orang. Tapi tidak berhubungan langsung sama Olivia. Karena modusnya, dia komunikasi tapi harus lewat rekening klien saya,” tuturnya.

Kerugian Korban Investasi Bodong Mencapai Rp. 40 Juta

Herdyan mengatakan, total kerugian yang dialami kliennya atas penipuan tersebut mencapai Rp40 juta.

Sementara total kerugian dari 40 korban lainnya ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Kliennya lantas sempat meminta Olivia untuk mengembalikan uang modal investasi yang sudah diberikan tersebut. Namun hingga saat ini, yang bersangkutan disebut tidak merespons.

Merina kemudian memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/5825/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, Tanggal 21 November 2021.

D For GAEKON