Investigasi Kasus Suap Pajak, Jurnalis Tempo Dianiaya Hingga Terancam Dibunuh

0

Investigasi Kasus Suap Pajak, Jurnalis Tempo Dianiaya Hingga Terancam DibunuhGaekon.com – Seorang jurnalis di Surabaya, Jawa Timur mengalami ancaman hingga penganiayaan saat melakukan investigasi kasus suap pajak yang menjerat pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Jurnalis tersebut dari media Tempo bernama Nurhadi. Berdasarkan pengakuan Hadi, ia mendapat beragam kekerasan; dijambak, ditampar, ditempeleng, dibogem, diinjak.

“Saya dipukul bertubi-tubi, tiap orang yang ada bertanya saya dari mana lalu memukul saya,” ucapnya.

Bahkan seseorang yang diduganya sebagai anggota TNI sempat ingin menyetrumnya. Ajudan Angin juga mengancam membunuhnya.

“Ada yang mengancam mau menyetrum saya, [anggota] TNI,” tambahnya.

Hadi menceritakan bahwa yang melakukan penganiayaan itu berpakaian hitam dan ada yang menggunakan batik biru. Namun ia tak ingat betul berapa jumlah mereka, yang pasti lebih dari 10 orang.

Tak hanya itu, Hadi juga dibawa ke sebuah kamar di Hotel Arcadia, ia disekap selama dua jam. Sebelum akhirnya diantar pulang.

“Di hotel itu saya disekap dua jam,” katanya.

Kini kasus ini tekah dilaporkannya ke Mapolda Jatim, Surabaya. Laporan ini sendiri telah diterima SPKT dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/176/III/RES.1.6/2021/UM/SPKT Polda Jatim.

Hadi didampingi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, KontraS Surabaya, LBH Lentera, LBH Pers, dan LBH Surabaya.

Sementara itu Polda Jatim akan mengusut kasus dugaan penganiayaan yang menimpa Nurhadi. Kabid Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa akan menindaklanjuti kasus tersebut.

“Benar. Pada hari ini teman-teman dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melaporkan ke SPKT (Sentra Pelatanan Kepolisian Terpadu) Polda Jatim terkait adanya kejadian dugaan penganiayaan terhadap salah satu awak media. Dilakukan proses pemeriksaan diharapkan bisa ditindaklanjuti prosesnya. Dari hasil SPKT tadi dibuat laporan polisinya untuk ditindaklanjuti,” terangnya.

Awalnya, Hadi ditugaskan oleh kantornya untuk mencari keberadaan tersangka terkait kasus suap pajak tersebut.

Malam itu ia ditugaskan mencari di sebuah acara pernikahan anak Angin. Ia diminta untuk meminta konfirmasi Angin terkait kasus yang menjeratnya.

Hadi malah ditangkap oleh Purwanto dan Firman, dua orang yang mengaku sebagai anak asuh besan dari Angin, Kombes Pol Achmad Yani, mantan Kepala Biro Perencanaan Polda Jatim.

“Mereka mengaku anak asuhnya Achmad Yani,” kata Hadi.

Hadi dikira hendak meliput acara pernikahan anak Angin dan Achmad Yani yang digelar di tengah pandemi Covid-19. Hadi mencoba menjelaskan. Namun ponselnya malah dirampas, dirusak hingga pecah, memori di ponselnya di-reset, kartu simnya dipatahkan dan dibuang.

“Saya jelaskan saya hanya mau konfirmasi soal kasus suap pajak, soal korupsi, bukan pernikahan,” ujar dia.

Namun alih-alih mendapat jawaban, Hadi justru dianiaya bahkan diancam akan dibunuh.

D For GAEKON