IOJI Catat Pencurian Ikan Oleh Kapal Vietnam Masih Terus Terjadi 2 Bulan Terakhir

0

IOJI Catat Pencurian Ikan Oleh Kapal Vietnam Masih Terus Terjadi 2 Bulan TerakhirGaekon.com – Aktivitas pencurian ikan oleh Kapal Ikan Asing (KIA) di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 nampaknya masih terus terjadi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) mencatat selama dua bulan terakhir, masih terjadi aktivitas pencurian ikan oleh KIA di Laut Natuna Utara. Selain itu, pencurian ikan juga terjadi WPPNRI 571 Selat Malaka dan WPPNRI 572 Samudera Hindia bagian barat Sumatera.

“Pelaku illegal fishing tersebut adalah KIA berbendera Vietnam, Malaysia dan Sri Lanka,” tulis IOJI.

Berdasarkan citra satelit, klaster illegal fishing oleh KIA Vietnam di Laut Natuna Utara selama September 2021 terdeteksi di zona utara Laut Natuna Utara.

Keberadaan KIA Vietnam juga terdeteksi di ZEE Indonesia yang merupakan wilayah sengketa dengan Vietnam.

“Pada September 2021, terdeteksi 35 kapal ikan Vietnam berada di wilayah ZEE Indonesia yang tumpang tindih dengan klaim ZEE Vietnam. Sedangkan pada klaster illegal fishing di ZEE Indonesia di bawah garis Landas Kontinen, terdeteksi setidaknya 13 kapal ikan Vietnam pada 16 September 2021,” tulis IOJI.

IOJI menyatakan, intrusi kapal ikan Malaysia terdeteksi di ZEE Indonesia, Selat Malaka.

Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap 2 kapal ikan berbendera Malaysia yang melakukan intrusi di Selat Malaka pada 10 dan 26 September 2021.

Kapal Pathuma 4, yang merupakan kapal ikan, diketahui berada di WPPNRI 572 ZEE Indonesia sejak 26 September 2021 hingga 01 Oktober 2021. Berdasarkan jejak lintasannya, kapal tersebut berangkat dari Sri Lanka. Tidak teridentifikasi bendera apa yang digunakan oleh kapal itu. Namun, jelas tidak terdaftar sebagai kapal ikan Indonesia.

“Dengan demikian, intrusi kapal tersebut mengindikasikan adanya illegal fishing yang dilakukan di ZEE Indonesia,” tulis IOJI.

IOJI juga mendeteksi sejak 4 hingga 13 Oktober 2021, ada empat kapal ikan milik perusahaan Tiongkok di Laut Natuna Utara, yakni, Lu Qing Yuan Yu 155 (IMO. 8529454); Lu Qing Yuan Yu 156 (IMO. 8529478); Lu Qing Yuan Yu 159 (IMO. 8529507) dan Lu Qing Yuan Yu 160 (IMO. 8529519).

Keempat kapal tersebut terdaftar di Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) sebagai kapal berbendera Kenya dengan alat tangkap purse seine dan bobot 493 GT.

Ketua Nelayan Lubuk Lumbang Kelurahan Bandarsyah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Herman mengatakan hal serupa. Menurutnya, kapal ikan asing yang berada di Laut Natuna Utara mayoritas berasal dari Vietnam.

Ia menyebut, tidak jarang nelayan Indonesia berpapasan dengan kapal ikan asing itu.

“Vietnam paling banyak, kalau Thailand sudah berkurang. Itu posisinya sekitar 60 sampai 100 mil. Nelayan memang sering berpapasan,”kata Herman.

Herman berpendapat bahwa patroli pengawasan yang dilakukan sejumlah instansi di Laut Natuna memang sudah intensif. Namun, menurutnya armada yang ada tidak mampu mengawasi seluruh area.

D For GAEKON