Dipisah Dari Tahanan Lain, Irjen Napoleon Diisolasi Usai Diperiksa Soal Kasus Penganiayaan Muhammad Kece

0

Dipisah Dari Tahanan Lain, Irjen Napoleon Diisolasi Usai Diperiksa Soal Kasus Penganiayaan Muhammad KeceGaekon.com – Usai diperiksa dalam kasus dugaan penganiayaan tersangka penistaan agama, Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte kini diisolasi dikunci di selnya sendiri.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengisolasi Irjen Napoleon Bonaparte. Hal ini dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi.

Irjen Napoleon Diisolasi Untuk Kepentingan Saksi

Andi menerangkan bahwa Irjen Napoleon dipisahkan dari tahanan lain, lantaran untuk kepentingan saksi-saksi yang telah diperiksa polisi selama penyidikan.

“Untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan, sejak tadi malam Bareskrim mengisolasi NB (Napoleon Bonaparte), dikunci di selnya sendiri,” kata Andi.

Beberapa saksi yang dimintai keterangan oleh polisi merupakan tahanan hingga penjaga rutan. Menurut Andi, pengakuan Napoleon yang dialami selama proses pemeriksaan tidak penting.

Andi mengatakan bahwa penyidik akan mengevaluasi serangkaian hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang telah dikantongi untuk melakukan gelar perkara penetapan tersangka.

“Hari ini penyidik akan mengevaluasi hasil pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu dan kemarin,” terangnya.

Pemeriksaan Napoleon diketahui berlangsung selama kurang lebih 10 jam hingga pukul 23.00 WIB. Sebelumnya diketahui bahwa Irjen Napoleon melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri.

Irjen Napoleon dibantu tiga tahanan lainnya untuk menganiaya Kece. Salah satunya, eks Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) yang juga pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Maman Suryadi dan dua napi lainnya merupakan tahanan kasus pidana umum.

Mereka melakukan aksi itu tengah malam. Irjen Napoleon masuk kamar Kece pukul 00.30 WIB dan melakukan penganiayaan itu selama kurang lebih 1 jam.

Napoleon bisa keluar dari sel lantaran meminta petugas tahanan untuk mengganti gembok yang ada. Petugas tersebut nurut karena Napoleon masih menganggap dirinya sebagai pimpinan di Korps Bhayangkara.

D For GAEKON