Jadi Aktor Yang Mempertemukan Stefanus Dan Syahrial, Nama Aziz Syamsuddin Ikut Terseret

0

Jadi Aktor Yang Mempertemukan Stefanus Dan Syahrial, Nama Aziz Syamsuddin Ikut TerseretGaekon.com – Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin diduga ikut terlibat dalam kasus pemerasan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Aziz justru aktor yang mempertemukan Penyidik KPK, Stefanus dengan M Syahrial.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarasumut, Firli membeberkan kontruksi kasus, pada awal Oktober 2020, Stefanus ternyata melakukan pertemuan dengan Syahrial dan Aziz Syamsuddin.

“SRP melakukan pertemuan dengan MS di rumah dinas AZ (Aziz Syamsudin) Wakil Ketua DPR RI di Jakarta Selatan,” kata Firli.

Firli menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu tujuan Aziz Syamsuddin agar Stefanus dapat membantu Syahrial supaya kasus yang tengah diusut KPK di Tanjungbalai dihentikan.

Akhirnya Stefanus mau membantu Syahrial yang tersangkut kasus korupsi di Tanjingbalai oleh KPK. Stefanus meminta imbalannya, yaitu uang Rp1,3 miliar.

“SRP bersama MH sepakat untuk membuat komitmen dengan MS terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai agar tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp1,3 miliar,” kata Firli.

Atas permintaan itu, Syahrial setuju dan ia kemudian mentransfer sebanyak 59 kali secara bertahap kepada rekening milik Riefka Amalia (RA) saudara Stefanus dan juga Maskur.

Firli menyebut pembukaan rekening bank oleh SRP (Stefanus Robin Pettuju) dengan menggunakan nama RA dimaksud telah disiapkan sejak bulan Juli 2020 atas inisiatif Maskur.

Setelah menerima uang sebesar Rp1,3 miliar, Stefanus menjanjikan tidak akan mengusut kasus korupsi di Tanjungbalai.

Stefanus dan Syahrial kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap. Selain Syahrial dan Stefanus, KPK juga menetapkan seorang pengacara bernama Maskur Husein sebagai tersangka.

Atas perbuatan tersebut, Stefanus dan Maskur Syahrial disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan M. Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Stefanus dan Maskur ditahan selama 20 hari pertama terhitung dimulai tanggal 22 April 2021 sampai dengan 11 Mei 2021. Stefanus ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Sedangkan Maskur ditahan pada Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

D For GAEKON