Jadi Menu Favorit Saat Ramadan, Impor Kurma Indonesia Melonjak

0

Jadi Menu Favorit Saat Ramadan, Impor Kurma Indonesia MelonjakGaekon.com – Memasuki Bulan Suci Ramadan, impor kurma di Indonesia melonjak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor kurma melonjak sejak Januari-Maret 2021.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Impor kurma mencapai nilai total USD 17,1 juta atau sekitar Rp 249,95 miliar (kurs rupiah Rp 14.617 per dolar AS) hingga Maret. Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menerangkan bahwa biasanya Indonesia mengimpor kurma tersebut karena tidak produksi.

“Biasanya kita impor kurma karena kita tidak memproduksinya. Nilainya memang naik selama Januari USD10,3 juta, Februari nilai kurma naik USD 14,9 juta, dan Maret naik menjadi USD 17,1 juta dolar,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan Suhariyanto, nilai impor Indonesia pada Maret 2021 naik 26,55 persen secara bulanan (month to month/mtm) dari Februari 2021, menjadi USD 16,79 miliar.

Secara tahunan atau year on year (yoy) juga meningkat 25,73 persen. Menurut Suhariyanto, angka impor yang naik ini merupakan hal baik setelah perdagangan internasional Indonesia sebelumnya tertatih-tatih akibat pandemi Covid-19.

“Pada Maret 2021 impor tumbuh menggembirakan USD 16,79 miliar. Dibandingkan Februari, impor Maret naik 26,55 persen. Secara yoy, impor indonesia naik 25,73 persen,” terangnya.

Suhariyanto juga mengatakan, bahwa Indonesia memang sudah gencar mendatangkan kurma dari sejumlah negara sejak Januari lalu, utamanya dari kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.

“Jadi dari Januari sudah ada impor kurma, dan itu kita impor dari beberapa negara. Ada tiga pengimpor utama, yaitu Mesir, Tunisia dan Arab Saudi,” kata Suhariyanto.

Kurma memang menjadi salah satu menu favorit saat Ramadan. Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB mengatakan, kurma memang ideal untuk dikonsumsi sebagai menu berbuka puasa. Kandungan nutrisi pada kurma menjadikannya pilihan tepat untuk membatalkan puasa.

D For GAEKON