Jaksa Agung Akan Kaji Hukuman Mati Bagi Koruptor, Usai Skandal ASABRI-Jiwasraya

0

Jaksa Agung Akan Kaji Hukuman Mati Bagi Koruptor, Usai Skandal ASABRI-JiwasrayaGaekon.com – Kasus korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) dan kasus Jiwasraya membuat Jaksa Agung St Burhanuddin akan mengkaji penerapan hukuman mati bagi para koruptor.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Burhanuddin menyoroti kasus korupsi ASABRI dan Kasus korupsi Jiwasraya. Pasalnya, kasus tersebut kerugian keuangan negara nilainya fantastis mencapai triliunan rupiah.

Jaksa Agung Mengkaji Hukuman Mati Guna Memberi Rasa Keadilan

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan bahwa Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan.

“Bapak Jaksa Agung sedang mengkaji kemungkinan penerapan hukuman mati guna memberikan rasa keadilan dalam penuntutan perkara dimaksud, tentunya penerapannya harus tetap memperhatikan Hukum Positif yang berlaku serta nilai-nilai hak asasi manusia,” kata Leonard.

Meski demikian, dalam penerapannya disebut perlu memperhatikan nilai HAM dan hukum positif yang berlaku.

Saat ini Burhanuddin tengah mengupayakan agar hasil rampasan dari dua kasus megakorupsi itu bisa bermanfaat bagi korban yang terdampak.

“Bapak Jaksa Agung juga menyampaikan kemungkinan konstruksi lain yang akan dilakukan, yaitu bagaimana mengupayakan agar hasil rampasan juga dapat bermanfaat langsung dan adanya kepastian baik terhadap kepentingan pemerintah maupun masyarakat yang terdampak korban dari kejahatan korupsi,” kata Leonard.

Dalam perkara PT ASABRI, ada 8 terdakwa yang kasusnya telah masuk di meja hijau. Jaksa mengatakan para terdakwa telah menerima hadiah dari perusahaan yang bekerja sama dengan PT ASABRI.

Berikut para terdakwa ASABRI:

  1. Adam Rachmat Damiri, Dirut PT ASABRI periode tahun 2011 s/d Maret 2016
  2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
  3. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
  4. Bachtiar Effendi; mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi ASABRI
  5. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
  6. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
  7. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
  8. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations

Para terdakwa didakwa jaksa melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Heru Hidayat, Benny Tjokro, dan Jimmy Sutopo juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

D For GAEKON